Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Timur) – Musim kemarau kembali menyemarakkan aktivitas bermain layang-layang di sejumlah kawasan Jakarta, salah satunya di sepanjang bantaran Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu sore (07/10/2026). Namun, di balik keceriaan tersebut, aktivitas bermain layangan menyisakan persoalan baru berupa banyaknya bangkai layangan putus yang tersangkut dan mengotori pepohonan.
Pemandangan pepohonan yang dipenuhi belasan hingga puluhan layangan putus tersebut tidak hanya merusak estetika dan keindahan tata kota, tetapi juga berpotensi membuat kawasan BKT terlihat kumuh dan kotor. Selain itu, belitan benang layangan pada ranting dan dahan pohon dikhawatirkan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman di sepanjang jalur hijau tersebut.
Maraknya warga yang bermain layang-layang membawa berkah tersendiri bagi para pedagang musiman. Salah seorang pedagang layangan di kawasan BKT, Kiki, mengaku bisa meraup keuntungan bersih hingga ratusan ribu rupiah per hari selama musim kemarau.
“Alhamdulillah musim kemarau ini ramai yang beli layangan, rata-rata anak-anak sama remaja. Kalau lagi ramai bisa dapat cuan sampai Rp300 ribu per hari,” ujar Kiki di lokasi, Rabu (07/10/2026).
Kendati demikian, fenomena layangan putus ini juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga sekitar terkait faktor keselamatan anak-anak. Banyak anak-anak yang nekat mengejar layangan putus hingga menyeberang ke jalan raya yang ramai lalu lintas kendaraan motor dan mobil, bahkan ada yang nekat terjun ke aliran BKT demi mendapatkan layangan.
Salah seorang warga setempat, Akel Reza, mengungkapkan rasa khawatirnya terhadap keselamatan anak-anak serta kebersihan lingkungan yang terabaikan.
“Sering lihat anak-anak lari-lari ngejar layangan putus sampai ke tengah jalan raya, itu berbahaya sekali. Selain itu, layangan yang putus dan tersangkut di pohon dibiarkan begitu saja jadi sampah. Harusnya kalau bermain tetap ingat keselamatan dan lingkungan,” kata Akel Reza.
Warga mengimbau para penggemar layang-layang untuk lebih bijak dalam memilih lokasi bermain yang jauh dari lintasan jalan raya maupun jaringan kabel listrik bertegangan tinggi. Penggemar layangan juga diminta bertanggung jawab atas sampah layangan putus agar tidak merusak keindahan lingkungan.
Menjaga kebersihan dan keasrian kawasan terbuka hijau BKT merupakan tanggung jawab bersama agar aktivitas rekreasi tetap menyenangkan tanpa mengorbankan keselamatan dan keasrian lingkungan.
(infovalid.news – Eko Sulistiyono)


