Anak Mendadak Demam, Kapan Harus Diberi Obat

Infovalid.news (KOTA TANGERANG) – Demam bukanlah penyakit, melainkan tanda adanya penyakit atau kondisi lain di dalam tubuh. Namun, banyak orang tua yang langsung memberikan obat penurun demam saat anak mengalami demam. Padahal, belum tentu semua kondisi demam membutuhkan obat penurun demam.

Dokter Umum UPT Puskesmas Cipondoh dr. Lianie mengungkapkan demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai 38 derajat Celsius atau lebih yang menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh sedang melawan infeksi.

Ia menambahkan, anak yang mengalami demam tidak selalu perlu diberikan obat penurun demam. Pada kondisi demam ringan, banyak hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menurunkan suhu tubuh anak. Seperti meningkatkan asupan minum, kompres air hangat pada permukaan tubuh dan lipatan tubuh anak secara berkala, menggunakan pakaian tipis untuk memudahkan terjadinya penguapan, dan mengatur suhu ruangan yang sejuk.

“Jika orang tua sudah melakukan hal tersebut namun demam tidak kunjung reda, barulah perlu memberikan obat penurun demam terutama pada anak dengan riwayat kejang demam dan frekuensi nadi dan napas meningkat saat demam,” katanya. (Dini)

Perhatikan Ini Saat Berikan Obat Demam

Dokter Umum UPT Puskesmas Cipondoh dr. Lianie mengungkapkan, saat memberikan obat penurun demam untuk anak, orang tua perlu memperhatikan hal-hal berikut yaitu berikan obat paracetamol atau ibu profen, dosis obat disesuaikan dengan berat badan, mengikuti anjuran dokter atau cara penggunaan obat yang terdapat pada brosur, obat dapat diberikan tiap 6 jam dan pada kondisi tertentu dapat diberikan obat melalui dubur.

“Setelah pemberian obat penurun demam, evaluasi kembali suhu tubuh anak setelah 30 menit. Selain itu, pantau juga kemungkinan reaksi alergi seperti gatal dan kemerahan pada kulit serta membawa anak ke dokter,” tutuppnya. (Dini)

TAGGED:
Rekomendasi Untuk Anda