Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang membawa nama institusi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Pesan tersebut berisi tudingan terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMJ yang diduga meminta sejumlah uang kepada pejabat demi membatalkan rencana aksi demonstrasi.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Direktur LBH Keadilan Nurbayu Susandra, angkat bicara. Ia menyarankan pihak Rektorat UMJ untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan kebenaran informasi yang beredar luas tersebut.
Perempuan yang akrab dipanggil Sandra itu menegaskan bahwa meskipun kebenaran isi percakapan tersebut belum terverifikasi secara hukum, Rektor UMJ sebaiknya memberikan klarifikasi kepada publik.
“Rektor UMJ sebaiknya segera memberikan klarifikasi. Hal ini sangat penting agar semuanya menjadi jelas dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat” ujar Sandra (Jumat, 1/1).
More Read
Menurutnya, klarifikasi ini bukan hanya untuk menjaga nama baik universitas, tetapi juga untuk melindungi integritas gerakan adik-adik mahasiswa secara umum.
Lebih lanjut, Sandra menyoroti adanya dua kemungkinan di balik beredarnya tangkapan layar tersebut. Ia melihat perlunya investigasi internal apakah tuduhan tersebut memiliki dasar fakta atau justru merupakan sebuah desain untuk menjatuhkan kredibilitas mahasiswa.
“Kita harus melihat ini secara jernih. Apakah benar ada oknum yang bermain, atau ini sebenarnya hanyalah upaya penggembosan terhadap gerakan mahasiswa yang tengah kritis menyuarakan isu-isu rakyat, seperti masalah sampah yang disebut dalam pesan tersebut” tutupnya.


