Tekan Angka Stunting DKP Kota Tangerang Salurkan Bantuan Pangan Segar Di Gor Neglasari

2 Min Read

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan terus berakselerasi dalam menekan angka stunting.

‎Kali ini, sebanyak sembilan puluh keluarga di Kecamatan Neglasari menerima bantuan pangan segar sebagai upaya intervensi gizi bagi balita berisiko.

‎Upaya perbaikan gizi terus dilakukan secara masif oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang. hari ini, tiga kelurahan di Kecamatan Neglasari menjadi sasaran penyaluran bantuan pangan segar.

‎Sebanyak sembilan puluh balita berisiko stunting dari kelurahan mekarsari, kelurahan neglasari, dan kelurahan kedaung wetan, menerima paket gizi lengkap, paket ini terdiri dari bahan pangan segar berprotein tinggi dan sayuran mayur yang telah diuji kualitasnya.

‎Penyaluran ini tidak hanya sekadar memberi, namun juga
sebagai edukasi bagi para orang tua mengenai pentingnya asupan makanan sehat dan bersih dalam masa pertumbuhan anak.

Menurut walikota Tangerang, Sachrudin : ‎”hari ini kita membagikan memberikan bantuan pangan segar pada balita yang terdata stunting ini upaya salah pemerintah dalam upaya
penanganan stunting dikota tangerang”

‎Sachrudin pun menambahkan : bahwa harapan bangsa ini ditangan anak anak bangsa dengan asupan gizi yang cukup akan menumbuhkan anak anak yang sehat dan berbakat, demi terwujudnya generasi emas kota tangerang yang bebas ‎stunting.

Kabid DKP Muhdorun AP, M.M. juga menambahkan : “Penyaluran bantuan pangan segar ini akan dilakukan secara  berkala ke wilayah lainnya di kota tangerang, sebanyak di 22 (dua puluh dua) kelurahan,  dipetakan sesuai angka angka stuntingnya yang banyak, dalam program menurunkan angka stunting di Kota Tangerang,  program yang dilaksanakan DKP ini berfokus pada pemberian bantuan bahan pangan segar,  beras fortivit, telur, ayam, ikan dan sayuran segar seperti wortel, supaya dapat membantu asupan gizi bagi balita balita yang berisiko stunting atau didiagnosa stunting, agar asupan gizinya meningkat, dan kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulan Pebruari, Maret, dan April”,  katanya.

(infovalid.news  – Rochman Rosadi )