Akibat mengikuti aplikasi penunjuk jalan atau maps, sebuah truk kontainer terjebos di jalan perguruan budi, Kota Tangerang.
Insiden ini membuat akses jalan terputus total selama lebih dari empat jam, karena badan kontainer menutupi seluruh ruas jalan yang seharusnya tidak boleh dilewati kendaraan besar.
Selain menyebabkan kemacetan, kejadian ini juga memicu kekesalan pengguna jalan.
Kondisi jalan perguruan budi, Kota Tangerang, tampak lumpuh total sejak pukul sepuluh lewat lima belas menit pagi tadi. sebuah truk kontainer berukuran besar terjebak di area jalan yang licin dan becek hingga ban bagian belakangnya terjebos ke dalam tanah.
Upaya konfirmasi kepada sopir truk tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan enggan memberikan keterangan. Namun, menurut pengakuan kondektur truk, mereka melewati jalan sempit ini hanya karena mengikuti arahan dari aplikasi map.
Warga menyayangkan tindakan sopir yang nekat melewati jalan tersebut, mengingat kawasan ini bukan untuk peruntukan kendaraan berat. Akibatnya, pengguna jalan tidak dapat melintas hingga pukul Dua sore lewat empat puluh menit, sebelum akhirnya truk berhasil dievakuasi.
Menurut keterangan Rendi kondektur katanya :
“Saya mengikuti goolle maps mau kirim barang besi, mengikuti goolle maps sehingga ketemu jalan perguruan Budi ini”katanya.
Dan dari keterangan warga Suherman mengatakan :
“Mobil tersebut terperosok sehingga mobil menutupi jalan, dan seharusnya itu mobil besar tidak boleh lewat jalan kecil seperti ini, katanya.
Hingga sore tadi, arus lalu lintas di jalan perguruan budi baru mulai kembali normal. petugas berwenang diimbau untuk lebih memperketat pengawasan terhadap kendaraan besar yang masuk ke jalur kecil.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pengemudi kendaraan besar untuk tetap memperhatikan rambu lalu lintas dan tidak hanya mengandalkan aplikasi penunjuk jalan.
info validnews, rochman rosadi, melaporkan dari tangerang.

