Antara Instruksi Dan Antusiasme, Klarifikasi Dugaan Open House Walikota Tangerang

2 Min Read

‎Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) Dugaan pelanggaran instruksi Pusat oleh Walikota Tangerang terkait larangan open house pada Idul Fitri kali ini menjadi sorotan publik.

‎Sebelumnya,Mensesneg memberikan surat edaran, secara tegas menginstruksikan larangan open house bagi seluruh Kepala Daerah di Indonesia guna menjaga semangat
‎kesederhanaan.

‎Namun, hasil penelusuran Tim Infovalid.News di lapangan menunjukkan fakta berbeda terkait kerumunan massa di kediaman Dinas Walikota.

‎Gema instruksi larangan open house dari Surat Edaran Mensesneg, menjadi acuan bagi seluruh bupati dan walikota di indonesia. Instruksi ini bertujuan agar pejabat publik tidak membuat acara seremonial yang berpotensi menggunakan anggaran daerah secara berlebihan.

‎Meski diduga melanggar, Tim Infovalid.News melakukan penelusuran langsung ke kediaman Dinas Walikota Tangerang. berdasarkan pantauan, pihak Pemkot sebenarnya tidak menyelenggarakan acara open house secara resmi maupun terstruktur.

‎Penumpukan massa yang terjadi ternyata merupakan antusiasme murni dari warga kota tangerang. Mereka datang secara spontan karena ingin bersilaturahmi langsung dengan pemimpinnya pada hari kemenangan.

‎apong ( Masyarakat Kota Tangerang ) mengatakan : “Datang sendiri bang saya kesini, ini kan pak walikota kita mah tidak ada undangan kesini, memang kita tau ada larangan open house dari Mensesneg namanya suasana lebaran pawalikota kita sendiri, masa sebentar aja kita mau silahturahmi kaga boleh, katanya.”

‎Dan ibu Yanah warga lainnya mengatakan : “Saya datang dari Cipondoh, iya saya tau ada larangan itu, kan saya pengen silahturahmi sama pak walikota saya, dan biar warga juga saling kenal dan tau, juga pingin photo sama pak walikota, katanya”.

‎Pihak Walikota terlihat berada dalam posisi sulit antara mematuhi instruksi Surat Edaran Mensesneg dan merespons kehadiran warga yang sudah terlanjur datang ke kediamannya.

‎Dengan demikian, kerumunan yang terjadi bukanlah akibat acara yang disetting oleh Pemerintah Kota, melainkan bentuk kecintaan warga yang ingin bertatap muka langsung pada momentum Idul Fitri.

‎Kehadiran warga secara spontan ini menjadi catatan bahwa instruksi pusat terkadang berbenturan dengan tradisi kuat di masyarakat.

‎info validnews, Rochman Rosadi.