Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Ribuan Warga Tionghoa kembali memadati kawasan pemakaman santiong Tanah Cepe – karawaci, untuk melaksanakan tradisi ziarah tahunan Ceng Beng.
Dengan membawa berbagai sesaji khas seperti Sam Seng dan membakar
uang kertas, ritual ini menjadi simbol bakti kepada leluhur yang telah tiada.
Tak hanya sebagai ritual keagamaan, momentum ini juga menjadi berkah nyata bagi warga sekitar yang menggantungkan hidup sebagai perawat makam.
Gema doa dan aroma dupa menyelimuti komplek pemakaman tanah cepe – karawaci. Warga Tionghoa datang membawa persembahan wajib berupa Sam Seng, yakni tiga jenis hewan darat, air, dan udara, yang disimbolkan melalui ayam, babi, serta ikan.Tak ketinggalan, teh, arak, dan buah-buahan tersaji rapi di depan nisan leluhur.
Ritual berlanjut dengan pembakaran uang kertas dan berbagai replika barang dari kertas. Ini merupakan simbol pembekalan agar arwah leluhur mendapatkan ketenangan dan kecukupan di alam sana.
Tomi ( penziarah ) mengatakan : “Tradisi sembahyang leluhur ini sudah menjadi tradisi turun temurun, saya dari jakarta dan keluarga keluarga lainnya berkumpul disini mendo’akan leluhur, ya jadi juga tempat berkumpul keluarga disini, jadi ketemu semua juga dengan keluarga keluarga yang lain” jadi seperti tempat silahturahmi saudara jadinya” katanya.
Bagi warga lokal, Ceng Beng adalah hari yang
paling dinanti. Seperti ibu emun, seorang perawat makam yang telah bertahun-tahun menjaga keasrian nisan di sini. baginya, momen ini adalah waktu ‘gajian’ tahunan, di mana ia menerima upah tetap serta persenan
tambahan dari para ahli waris makam yang
merasa puas dengan jasanya.
Ibu emun ( perawat makam ) mengatakan :”Tiap tahun rame yang punya ahli waris makam semua datang, dan yang merawat makam semua diberi gaji langsung tahunan, bukan hanya ahli waris saja yang memberi uang, semua penziarah yang datang kesini semua suka memberi persenan pada ibu” katanya.
Tradisi Ceng Beng di tanah cepe membuktikan bahwa penghormatan kepada masa lalu, mampu menghidupkan harmoni dan kesejahteraan bagi masa kini.
Keindahan toleransi dan saling berbagi terpotret jelas di tengah ritual tahunan ini.
‎(infovalid.news – Rochman Rosadi)


