Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Harga plastik kemasan di berbagai daerah dilaporkan mengalami kenaikan drastis, menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik di timur tengah.
Di Kota Tangerang, harga plastik yang semula berada di kisaran sembilan ribu rupiah, kini melambung hingga enam belas ribu rupiah per pack.
Kondisi ini membuat para pelaku UMKM berada di posisi sulit. Mereka dilema antara menaikkan harga jual yang berisiko menurunkan daya beli, atau menahan harga dengan konsekuensi keuntungan yang kian tergerus.
Kenaikan harga plastik kini menjadi beban baru bagi ekonomi kerakyatan. Komoditas yang menjadi kebutuhan vital bagi pengemasan ini naik hampir dua kali lipat dalam waktu singkat.
Diketahui, produksi plastik sangat bergantung pada bahan baku minyak bumi. Ketegangan perang di timur tengah telah memicu kenaikan harga minyak hingga empat puluh persen, yang secara otomatis mengerek harga produk turunannya termasuk plastik.
Ibu Ela ( pedagang UMKM ) “Awalnya harga plastik Rp 8.000 mas per pak sekarang untuk harga plastik yang seperapat saja sudah naik menjadi Rp.14.000, plastik ekresek jadi 16.000 mas. saya juga binggung mau ngejualnya gimana gitu kalau harga plastik mahal, es teh manis kan saya jual 2.000 kalau saya naikin jadi 2.500 pasti pembeli kecewa bisa berkurang pembeli yang jajan esnya, Gara gara plastik mahal. Katanya.”
Dampak paling nyata dirasakan oleh para pedagang kecil di Kota Tangerang. Plastik yang menjadi komponen biaya operasional kini terasa sangat mahal.
Para pelaku UMKM mengaku bingung menentukan strategi harga. Jika harga jualan dinaikkan, mereka khawatir pelanggan akan menghilang karena daya beli yang sedang lesu.
Tamsur ( pedagang agen kecil ) mengatakan : “Sekarang pak plastik mahal, biiasanya bila pelanggan minta plastik untuk bungkus beliannya, saya tidak kasih dulu karena saat ini plastik mahal, harapan saya mudah mudahan situasi ditimur tengah cepat selesai, agar bahan bakunya bisa cepat masuk ke Indonesia, yang saya tahu dari berita berita kalau bahan baku plastik tuh dari timur tengah sana.”katanya.
Kini para pedagang hanya bisa berharap ada kestabilan harga bahan baku dalam waktu dekat. Sebagian pedagang pun mulai mengimbau pembeli untuk membawa wadah sendiri guna meminimalisir penggunaan plastik yang kian mahal.
Kenaikan harga plastik ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera memperhatikan nasib pelaku UMKM di tengah fluktuasi ekonomi global.
(Infovalid.News -Rochman Rosadi)


