Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Kota Tangerang kembali mengukuhkan diri sebagai kota siaga bencana melalui pelantikan Forum Pengurangan Risiko Bencana atau FPRB yang berlangsung meriah hari ini.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyebut pembentukan FPRB sebagai langkah strategis untuk membangun kolaborasi pentahelix dalam menghadapi tantangan geografis kota yang dilintasi banyak aliran sungai. Tidak hanya seremonial, acara ini juga diwarnai dengan simulasi penanganan bencana dan aksi pelestarian alam.
Di tengah semangat hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Forum Pengurangan Risiko Bencana atau FPRB Kota Tangerang resmi dilantik. Forum ini menyatukan berbagai lapisan mulai dari komunitas, ormas, organisasi keagamaan, hingga unsur sospol.
Wali Kota Tangerang, sachrudin, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menangani bencana yang kerap datang mendadak. Kehadiran FPRB menjadi jawaban atas perlunya antisipasi berbasis masyarakat.
Sachrudin – Wali Kota Tangerang, mengatakan : Kota Tangerang dilintasi aliran sungai dan das, jika terjadi bencana mendadak maka perlu ditanggulangi dengan cepat. pemerintah tidak bisa sendirian, perlu peran masyarakat, semua komunitas, dan ormas. hari ini dilantik FPRB yang melibatkan semua unsur. ini adalah kolaborasi pentahelix yang kita bangun bersama untuk mengantisipasi masalah bencana di Kota Tangerang.”
Kesiapan Forum ini langsung dibuktikan dengan simulasi penanganan bencana yang menunjukkan kesigapan para relawan di lapangan. Sebagai wujud kepedulian lingkungan, acara juga diisi dengan penebaran puluhan ribu benih ikan, penyebaran ekoenzim, serta penanaman pohon sebagai upaya mitigasi jangka panjang untuk menjaga kandungan air dan kelestarian das cisadane.
Pelantikan fprb ini diharapkan menjadi standar baru penanggulangan bencana berbasis komunitas yang dapat menginspirasi daerah lain, demi mewujudkan Masyarakat kota tangerang yang sejahtera dan tangguh bencana .
Dengan dilantiknya FPRB Kota Tangerang kini memiliki kekuatan tambahan dalam tata kelola kebencanaan yang lebih terstruktur dan massif.
(Infovalid.news – Rochman Rosadi)


