Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Selatan) – Kecelakaan KRL dengan taksi daring di perlintasan sebidang di dekat Stasiun Bekasi Timur masih dalam penanganan aparat Kepolisian Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri telah menurunkan Tim Traffic Accident Analysis untuk melakukan penelitian mendalam terkait penyebab kejadian.
Hal tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin Di Mapolda Metro Jaya, kamis siang tadi (30/4).
Komarudin mengatakan penyelidikan difokuskan pada insiden awal antara kereta api dan kendaraan taksi di perlintasan sebidang, sementara untuk aspek tabrakan antar kereta api menjadi kewenangan pihak terkait lain yaitu KNKT.
“Sedianya Tim TAA menelusuri empat faktor utama penyebab kecelakaan yaitu faktor manusia faktor kendaraan faktor jalan dan faktor cuaca keempat unsur ini menjadi dasar analisis untuk menentukan ada atau tidaknya kelalaian yang menjadi penyebab kecelakaan,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin Di Mapolda Metro Jaya.
Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir taksi termasuk mengumpulkan keterangan dan melakukan tes kesehatan serta uji lainnya.
Komarudin juga mengatakan status yang bersangkutan saat ini masih sebagai saksi.
Selain itu kondisi kendaraan taksi turut diperiksa termasuk kelaikan jalan dan hasil uji berkala atau kir pemeriksaan dilakukan oleh tenaga ahli untuk mengetahui kondisi teknis kendaraan saat kejadian.
“Faktor infrastruktur juga menjadi perhatian termasuk keberadaan palang perlintasan dan kondisi jalan di lokasi kejadian polisi akan berkoordinasi dengan kementerian perhubungan untuk menindaklanjuti temuan di lapangan sesuai regulasi yang berlaku,” tambahnya.
Hingga kini penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan namun polisi menegaskan hasil analisis Tim TAA akan menjadi dasar penentuan langkah hukum selanjutnya.
Proses penanganan masih terus berjalan secara maraton termasuk pemeriksaan saksi kondisi psikologis pengemudi serta pendalaman terhadap seluruh aspek yang berkaitan.
Kepolisian menargetkan hasil penyelidikan dapat segera disampaikan sekaligus menjadi evaluasi untuk mencegah kecelakaan serupa di perlintasan sebidang di seluruh Indonesia. (infovalid.news – Nanda Nuri)


