Infovalid.news (Jawa Barat, Kabupaten Bogor) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia telah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tak naik sampai akhir tahun. Selain BBM Subsidi, harga LPG subsidi atau kemasan tabung 3 kg juga dipastikan tak naik sampai akhir tahun ini.
Menurut Bahlil, meski Indonesian Crude Price (ICP) mencapai USD 100 per barel, harga kedua jenis energi itu dipastikan aman.
“Saya janji kepada Bapak Ibu semua ya, sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP USD 100, Insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik. Ini baru gerakan kerakyatan,” kata Bahlil dalam acara Dialog Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju pertumbuhan Ekonomi Nasional di IPB dikutip Minggu (3/5).
Meski demikian, menurut nya masih ada pihak yang justru menginginkan harga kedua jenis energi tersebut naik. Hal tersebut menjadi salah satu yang disorot oleh Bahlil.
“Tapi saya bagian elit, harga tidak naik, disuruh kita naik. Ada apa maksudnya? Kamu pancing. Itu kalau di dunia ilmu aktivis disebut adek, kamu boleh tulis, kakak sudah baca,” ujarnya.
Terkait pasokan minyak mentah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga menjelaskan saat ini stok untuk satu tahun ke depan sudah aman. Hal ini karena terdapat pasokan tambahan dari Rusia.
“Terakhir kemarin kita di Rusia. Di Rusia kita sudah dapat. Satu tahun ini clear. Jadi untuk stok crude kita, satu tahun ke depan, Insyaallah sudah selesai,” kata Bahlil.
Adapun pasokan minyak dari Rusia tersebut merupakan upaya menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral belum menjelaskan lebih rinci baik volume impor minyak mentah Rusia yang akan segera masuk ke Indonesia tersebut maupun kilang yang nantinya akan mengolah crude tersebut di dalam negeri.
Dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan pemerintah fokus memastikan ketersediaan beragam jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan berbagai angka oktan, di tengah kondisi global yang masih bergejolak.
Sementara, kebijakan berbeda akan diterapkan pada produk energi non-subsidi yang dikonsumsi oleh kalangan masyarakat mampu. Untuk segmen tersebut, pemerintah akan melepas harga mengikuti pergerakan mekanisme pasar secara dinamis sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Tetapi kalau BBM yang yang untuk orang yang mampu yang mohon maaf itu dengan sendirinya hukum pasar kalau yang untuk orang yang mampu. Yang kita jaga inilah saudara-saudara kita yang memang butuh uluran tangan pemerintah,” bebernya.
“Alhamdulillah Indonesia masih bisa menjaga ketersediaan BBM dan LPG. Stok crude kita satu tahun ke depan Insyaallah sudah selesai. Itulah kenapa alasan JP Morgan memberikan kita nomor dua dari semua dunia,” tegasnya.
Pemerintah mencatat beban subsidi energi, khususnya LPG, masih menjadi tantangan lantaran nilai belanja mencapai Rp 137 triliun per tahun. Dari angka tersebut, negara harus mengalokasikan dana subsidi sebesar Rp 80-87 triliun guna menjaga harga LPG 3 kg tetap terjangkau. (infovalid.news – id)


