Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Selatan) - Ratusan calon jemaah umrah dan haji mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, kamis siang untuk melaporkan Owner Hanania Travel Ahmad Syah Farhan yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah.
Sebelum membuat laporan polisi para jemaah sempat melakukan mediasi dengan pihak travel namun pertemuan berlangsung alot dan tidak menemukan titik terang lantaran pihak travel disebut tidak mampu memberikan kepastian keberangkatan maupun pengembalian dana.
Ssuasana sempat memanas di ruang SPKT Polda Metro Jaya saat sejumlah korban mengepung pemilik travel yang berkantor di Kawasan Setiabudi Jakarta Selatan tersebut
Salah satu korban asal Bandung Jawa Barat Ayu mengaku dirinya telah melunasi biaya umrah hampir seratus juta rupiah untuk dirinya dan dua orang anggota keluarganya dengan jadwal keberangkatan pada 17 juni nanti namun keberangkatan disebut terancam gagal setelah pihak travel dikabarkan bermasalah.
Sementara itu perwakilan korban Joko menyebut para jemaah merasa ada kejanggalan dalam proses pemberangkatan meski sebagian besar korban disebut sudah melunasi seluruh pembayaran.
“Setelah mediasi di kantor travel gagal para korban sepakat membawa permasalahan tersebut ke polda metro jaya untuk mencari solusi sekaligus membuat laporan polisi,” kata Joko.
Joko mengaku dirinya mengalami kerugian 60 juta rupiah dan menyebut total dana yang harus dikembalikan pihak travel kepada para jemaah diperkirakan mencapai 60 miliar rupiah.
Sejumlah 127 orang disebut datang ke Polda Metro Jaya dan mewakili lebih dari 300 calon jemaah yang diduga menjadi korban.
“Pihak travel umrah telah mengalami masalah finansial sejak tahun 2025 namun pada tahun 2026 bos travel tersebut tetap mencari jemaah baru dengan harapan bisa menutupi kerugian di tahun 2025 tersebut,” tambah Joko.
Namun, imbas konflik timur tengah membuat banyak perjalanan umrah yang seharusnya dijadwalkan akhirnya dibatalkan.
Usai laporan dibuat pemilik travel umrah tersebut langsung digelandang petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Metro Jaya. (infovalid.news – Nanda Nuri)


