Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Petugas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, harus bekerja ekstra keras dalam satu hari, guna mengevakuasi dua insiden sapi kurban yang lepas dan tercebur ke dalam saluran air.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026 tersebut, berlokasi di dua kecamatan berbeda, yakni di kawasan Batusari Neglasari, serta kawasan Tanah Tinggi Kecamatan Tangerang.
Keterbatasan medan serta bobot sapi yang mencapai ratusan kilogram, membuat petugas harus menggunakan peralatan khusus seperti tripod dan tali tambang untuk mengangkat hewan kurban tersebut.
Inilah detik-detik evakuasi dramatis sebuah ekor sapi kurban yang tercebur ke dalam got sedalam satu meter, di jalan batu panjang, depan pergudangan duta indah star hub, Kelurahan Batusari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
Tubuh sapi yang besar dan menjepit dinding beton saluran air, membuat warga kesulitan mengevakuasi mandiri.
Guna mengangkat hewan kurban tersebut, Dinas Damkar Kota Tangerang menerjunkan tiga personel taktis dengan bantuan satu unit mobil panther, tali tambang, serta alat pengangkat tripod untuk mengangkat beban berat secara vertikal.
Belum reda penanganan di lokasi pertama, laporan darurat kedua kembali masuk di wilayah RT. 01 RW. 13 jalan LP wanita, Kelurahan Tanah Tinggi.
Diduga akibat tali pengikat yang rapuh dan terputus saat hendak disembelih, seekor sapi kurban mengamuk dan melarikan diri hingga ke area komersial.
Skala penanganan yang cukup berisiko membuat petugas mengerahkan kekuatan penuh. Gabungan personel yang terdiri dari dua Petugas Pos Belendung, delapan personel mako pusat, serta tiga personel UPTD Pos Damkar dikerahkan ke lokasi.
petugas akhirnya berhasil melumpuhkan sapi tersebut setelah melakukan strategi jebakan di wilayah pergudangan vivo.
Meski sempat diwarnai ketegangan, kedua insiden sapi kurban ini berhasil ditangani dengan aman tanpa menimbulkan korban luka, baik dari pihak warga maupun petugas di lapangan.
Petugas mengimbau kepada warga maupun panitia kurban agar lebih teliti memeriksa kelayakan tali pengikat hewan, guna mengantisipasi kejadian serupa kembali terulang.
(Infovalid.news – Rochman Rosadi)


