Antara Janji Dan Realita, Warga Masih Was-Was Isu Kenaikan BBM

2 Min Read

Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Meski Menteri Sekretaris Negara telah secara resmi menyatakan bahwa tidak ada penyesuaian harga BBM per satu Januari 2026, namun keresahan di tingkat Masyarakat belum sepenuhnya reda.

Sebagian warga mengaku masih skeptis dan khawatir bahwa pembatalan ini hanyalah penundaan sementara.

Rasa was-was akan kenaikan harga yang tiba-tiba tetap membayangi rakyat kecil, yang menyakini bahwa efek domino pada harga pangan tetap mengintai. Berikut laporan selengkapnya.

Klarifikasi dari istana melalui mensesneg prasetyo hadi ternyata belum cukup kuat untuk menenangkan seluruh lapisan masyarakat. Di sejumlah titik, warga masih membicarakan kemungkinan buruk jika harga BBM tiba-tiba dikoreksi naik di tengah bulan.

 

Jabrik ( masnyarakat – pedagang ) mengatakan :

Jujur aja yang udah udah aja ngomongnya nga naek nga naek, ternyata naekin secara sepihak gituloh, kita mah orang kecil, entar buntut buntutnya sembako naek semua, kita jualan nga bisa naek, kita jualan ibarattnya empot empotan.

Skeptisisme ini muncul bukan tanpa alasan. Pengalaman fluktuasi harga di masa lalu membuat warga lebih memilih bersiap menghadapi skenario terburuk. Bagi mereka, kestabilan harga pangan adalah barometer utama kepercayaan terhadap pernyataan pemerintah.

Pemerintah sendiri melalui mensesneg menegaskan bahwa instruksi presiden adalah menjaga daya beli masyarakat. Namun, jurang kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat ini menjadi tantangan besar dalam menjaga stabilitas sosial di awal tahun.

Kini, masyarakat hanya bisa menunggu dan membuktikan apakah janji pemerintah untuk tidak menaikkan harga bbm akan tetap terjaga di bulan-bulan mendatang.

Kepastian dan konsistensi kebijakan sangat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan publik di tengah situasi ekonomi yang dinamis.

‎(infovalid.news – Rochman Rosadi)