Infovalid.News (Banten, Kota Tangerang) – Hanya karena tersinggung saat hendak berteduh, seorang warga terlibat keributan dengan petugas pemadam kebakaran di kantor UPTD Damkar Pinang, Kota Tangerang.
Insiden tersebut berujung pada aksi penganiayaan yang menyebabkan seorang Petugas Damkar harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Buntut dari kejadian ini, kedua belah pihak saling melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Kepala BPBD Kota Tangerang memastikan akan memberikan pendampingan hukum bagi anggotanya.
Niat untuk meneduh di halaman kantor Damkar Pinang, justru berujung pada aksi kekerasan. diduga karena tersinggung oleh ucapan petugas saat meneduh, seorang warga mengamuk dan menyerang petugas yang sedang berjaga.
Akibatnya, Petugas Damkar yang berinisial H menderita cedera dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Mahdiar – Kalak BPBD Kota Tangerang, mengatakan :
“Kondisinya saat ini masih dirawat, saudara kita pak hidayat ini masih dirawat. Dan mudah-mudahan satu atau dua hari ini beliau bisa keluar dari rumah sakit. Yang pasti kita pastikan secara medis sudah tidak ada permasalahan apa-apa dari sisi beliau.
Meski kondisi kesehatan korban mulai stabil, kasus ini terus berlanjut ke ranah hukum. Kedua belah pihak diketahui telah melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas tuduhan yang berbeda.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan menghormati langkah hukum yang diambil anggotanya secara pribadi dan siap memberikan pengawalan sesuai koridor hukum.
Mahdiar pun mengatakan :
“kita tinggal ikuti saja ya, karena keputusan itu juga datang dari dia secara pribadi, begitu juga dengan pihak lain yang bersangkutan. ini sama-sama mengambil langkah hukum. kita mudah-mudahan bisa mendampingi anggota kita di dalam proses-proses itu sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
“hingga kini, Kepolisian masih mendalami keterangan dari kedua belah pihak guna menentukan unsur pidana dalam aksi saling lapor ini. Pihak BPBD pun masih menunggu hasil pemeriksaan medis final sebelum anggota tersebut diizinkan pulang.
Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran bagi kedua belah pihak untuk tetap mengedepankan etika komunikasi di ruang publik.
Kasus ini kini tengah dalam penanganan pihak berwajib, dan kedua belah pihak dihimbau untuk tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.
(infovalid.news – Rochman Rosadi)


