Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Pusat) – Berdasarkan data pengamatan, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 2 – 5 April 2026.
Curah hujan tertinggi dengan intensitas sangat lebat terpantau di Bengkulu (199.7 mm/hari), Jawa Barat (122.4 mm/hari), dan Aceh (112.5 mm/hari), sedangkan hujan dengan intensitas lebat juga terpantau di Kalimantan Tengah (95.5 mm/hari), DK Jakarta (90 mm/hari), Banten (88.9 mm/hari), Papua Tengah (80 mm/hari), Sulawesi Selatan (63.2 mm/hari), dan DI Yogyakarta (62.5 mm/hari).
Kondisi ini dipengaruhi oleh masih aktifnya gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di beberapa wilayah, serta fenomena MJO yang melintasi sebagian besar Sumatra. Selain itu, masa peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia juga turut membentuk pola sirkulasi udara dan daerah konvergensi di sejumlah wilayah.
Faktor lain seperti perlambatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari semakin mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan. Di sisi lain, terpantau adanya sirkulasi siklonik di Perairan barat daya Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Laut Banda, dan Laut Arafuru yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di sepanjang wilayah yang terdampak pola angin tersebut.
Imbauannya dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.
Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir. (1/4)
Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olah raga dan wisata.
Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.
Informasi ini akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman dan percaya diri. (infovalid.news – id)


