Evaluasi dan Aksi, BPBD Kota Tangerang Matangkan Sinergi TRC Lewat Rencana Gladi Lapangan

3 Min Read

Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Tangerang, terus memperkuat kesiapsiagaan personel guna menghadapi ancaman bencana dan perubahan iklim kekinian.

Bertempat di Gedung BPBD Kota Tangerang, agenda pengembangan kapasitas tim reaksi cepat atau TRC 2026 resmi digelar dengan melibatkan berbagai elemen stakeholder lintas sektor.

Selain menjadi ruang evaluasi penanganan bencana sebelumnya, forum ini juga mematangkan strategi menghadapi musim kemarau, serta memperkuat jejaring kordinasi hingga ke tingkat pusat.

Penguatan kapasitas penanggulangan bencana di Kota Tangerang kini memasuki tahapan krusial. Bertempat di markas komando BPBD, Tim Reaksi Cepat atau TRC gabungan dikumpulkan untuk menyamakan persepsi dan langkah taktis di lapangan.

Anggota TRC ini terdiri dari kolaborasi kokoh antara organisasi perangkat daerah atau OPD Pemkot Tangerang, Instansi Vertikal TNI dan Polri, serta jajaran relawan kemanusiaan.

Forum ini secara khusus mengevaluasi penanganan taktis pasca-bencana sebelumnya, sekaligus memetakan potensi ancaman kedatangan musim panas mendatang.

Mahdiar (Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang) : “Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini adalah pertama, mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah kita laksanakan sebelumnya pada saat penanganan bencana, lalu juga membahas langkah-langkah apa yang harus kita perbaiki ke depannya. begitu juga dengan membahas tadi tentang kemungkinan musim panas ke depan seperti apa. kebetulan narasumber kita undang dari bpbd provinsi banten dan dari BNPB Pusat, Pak Direktur Kedaruratannya hadir. ini bentuk kita membentuk jejaring dengan teman-teman di provinsi ataupun di BNPB Pusat, sehingga ke depan ketika kita memerlukan langkah koordinasi akan lebih mudah.”katanya.

Kehadiran narasumber tingkat tinggi dari BNPB Pusat dan BNPBD Provinsi Banten, menjadi modal penting bagi Kota Tangerang untuk mempercepat birokrasi koordinasi logistik dan personel saat status darurat ditetapkan.

Pasca-pelatihan ini, TRC Kota Tangerang menyepakati untuk segera bergeser dari sekadar penyamaan persepsi teori menuju implementasi nyata, melalui rencana pelaksanaan simulasi gladi posko dan gladi lapangan dalam waktu dekat.

Dengan pembagian tugas ‘siapa melakukan apa’ yang semakin presisi, kesiapsiagaan Kota Tangerang dalam menghadapi kedaruratan kini dipastikan semakin solid dan terukur.

Keterpaduan data dan komunikasi lewat gladi posko ini diharapkan dapat meminimalisir celah kesalahan prosedur saat penanganan bencana di lapangan.

(Infovalid.news – Rochman Rosadi)