Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Selatan) – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) periode Januari hingga 21 Oktober 2026 telah menembus angka Rp260 triliun. Anggaran pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 4 juta debitur UMKM di seluruh wilayah Indonesia, di mana 1,6 juta di antaranya merupakan debitur baru.
Dalam konferensi pers yang digelar di kantor kementerian, Menteri UMKM Maman Abdurrahman memaparkan rincian kinerja penyaluran pembiayaan kerakyatan tersebut.
Dari total penyaluran sebesar Rp260 triliun, pihak kementerian mendapatkan mandat khusus agar porsi alokasi KUR ke sektor produktif dapat mencapai target 65 persen. Berdasarkan data per 21 Oktober 2026, realisasi penyaluran ke sektor produktif tercatat telah mencapai Rp170,9 triliun atau berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Adapun alokasi pembiayaan sektor produktif tersebut difokuskan untuk menyasar bidang pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta berbagai jasa produktif lainnya.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan legalitas dan standardisasi usaha mikro melalui penerbitan perizinan resmi bagi para pelaku usaha.
“Kementerian UMKM juga telah mengeluarkan sebanyak 17,6 juta Nomor Induk Berusaha (NIB), 4,4 juta sertifikasi halal, serta 63 ribu penerbitan sertifikasi merek,” ujar Maman Abdurrahman, Jumat (23/10/2026).
Guna memperluas penciptaan wirausaha baru di tingkat akar rumput, Kementerian UMKM turut meluncurkan program graduasi bertajuk Laksmi. Program strategis ini mengintegrasikan penerima bantuan sosial binaan Kementerian Sosial untuk diberikan pelatihan intensif agar siap bertransformasi menjadi pengusaha mikro yang mandiri.
(infovalid.news – Nanda Nuri)


