Lautan Buruh di Monas, Presiden Prabowo Tegaskan Keberpihakan Pada Pekerja

3 Min Read

Infovalid.News (Jakarta) – Kawasan Monumen Nasional Jakarta berubah menjadi lautan manusia saat jutaan buruh dari seluruh penjuru nusantara berkumpul memperingati may day 2026.

Hadir langsung di tengah massa, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kebangsaan yang emosional dan penuh komitmen.

Selain mengumumkan pengesahan sejumlah undang-undang perlindungan pekerja, Presiden juga menegaskan bahwa dirinya bertekad mengabdikan sisa hidupnya demi kepentingan kaum buruh dan tani.

01 Mei dua 2026 menjadi saksi bisu sejarah baru hubungan industrial di Indonesia. Juutaan buruh tumpah ruah memadati monas, menciptakan gelombang antusiasme saat presiden prabowo subianto naik ke atas podium.

Dalam pidatonya, Presiden menyatakan bahwa kehormatannya sebagai kepala negara adalah berkat dukungan penuh kaum buruh dan tani. Ia menegaskan, dalam membela buruh, tidak ada sekat partai politik.

Presiden Prabowo Subianto:

“untuk buruh tidak ada partai, kita semua membela buruh! saya merasa jadi presiden karena buruh dan tani. dalam sisa hidup saya, saya bertekad mengabdi dan berjuang untuk kepentingan rakyat indonesia. kami tidak akan gentar, menyerah, atau ragu-ragu membela saudara-saudara sekalian!”

Bukkti nyata keberpihakan tersebut ditunjukkan dengan pengangkatan marsinah sebagai pahlawan nasional. presiden juga dijadwalkan meresmikan museum buruh marsinah di nganjuk, Jawa Timur dalam waktu dekat.

Sejarah juga mencatat pengesahan undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga atau PPRT yang memberikan kepastian upah dan martabat bagi jutaan pekerja domestik di tanah air.

Tahun 2026 ini juga menjadi tahun regulasi pro-rakyat. melalui UU Nomor 10 Tahun 2026, Pemerintah membentuk tim khusus untuk menangani PHK Buruh.

Tak hanya itu, perlindungan bagi awak perikanan diperkuat dengan rencana peresmian seribu tiga ratus delapan puluh enam kampung nelayan. Serta, hadirnya UU Nomor 27 Tahun 2026 yang menjamin pendapatan pengemudi ojek daring hingga 92 %.

Pidato di bawah tugu monas ini seolah menjadi kontrak sosial baru antara negara dan kaum pekerja, yang mengedepankan kejujuran dan keringat sebagai fondasi kemajuan ekonomi nasional.

Dengan sejumlah regulasi baru yang disahkan pada tahun dua ribu dua puluh enam ini, Harapan baru kini tumbuh di hati jutaan Pekerja Indonesia untuk hidup yang lebih layak dan bermartabat.

 

(Infovalid.news – Rochman Rosadi)