Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Pusat) – Menteri Perdagangan (Mendag RI) Budi Santoso menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok serta ketersediaan stok pangan nasional di tengah meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri 1447 H.
“Selain itu sebenarnya dengan pengecekan ke pasar, secara psikologis bisa mempengaruhi pedagang untuk tidak menjual mahal atau tidak menjual di atas HET ya. Itu terus kita lakukan,” ujar Budi saat melakukan peninjauan langsung di Pasar Rawasari, Jakarta, Senin (16/3).
Hasil peninjauan langsung di Pasar Rawasari Jakarta, menunjukkan bahwa komoditas utama seperti daging ayam ras masih bertahan di angka Rp 40.000 per kilogram, yang masih selaras dengan ketentuan pemerintah.
Melalui basis data ini, pergerakan harga komoditas seperti beras medium yang berada di kisaran Rp13.680 per kilogram hingga cabai rawit di angka Rp78.079 per kilogram terus dipantau setiap harinya sebagai bahan pengambilan kebijakan intervensi pasar jika diperlukan.
Bawang merah justru berada di bawah harga acuan, yakni Rp 40.000 per kilogram dari batas HAP Rp 41.500, yang mengindikasikan distribusi dari daerah produsen berjalan sangat lancar.
More Read
Minyak goreng, produk Minyakita tetap tersedia secara luas dengan banderol harga Rp 15.700 per liter, sesuai dengan ketetapan eceran tertinggi.
Pemerintah juga memastikan minyak goreng alternatif melimpah di pasaran sebagai pendamping, sehingga masyarakat memiliki variasi pilihan produk berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau dan kompetitif.
Meskipun secara umum stabil, Kemendag RI, Budi Santoso mencatat adanya fluktuasi harga tipis pada komoditas cabai rawit dan telur ayam akibat tingginya tekanan permintaan konsumen. Namun, kenaikan ini masih dikategorikan dalam batas kewajaran.
More Read
Sementara itu, Kemendag RI juga mengatakan, “Pemerintah mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang mencakup lebih dari 550 titik pasar di seluruh Indonesia. Guna mengawal harga secara real-time. Sinergi antara pemantauan digital dan pengawasan fisik di pasar menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah siklus inflasi musiman Lebaran.” Katanya saat di wawancarai awak media di Pasar Rawasari Jakarta.
Dalam inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional, pemerintah memastikan rantai pasok tetap terjaga agar masyarakat dapat merayakan hari raya tanpa terkendala lonjakan harga yang ekstrem.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan bahan pokok di tingkat pedagang terkecil, memastikan bukti fisik stok barang selalu tersedia, dan menjaga agar harga antar wilayah tidak mengganggu distribusi pangan nasional di sisa periode Ramadhan di tahun ini. (infovalid.news – id)


