Menteri HAM RI: Usut Pelaku Penyiram Air Keras Aktivis Kontras, Premanisme Tak Boleh Hidup di Negara Ini

Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Pusat) – Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia sangat menegaskan aksi premanisme tidak boleh terjadi di Indonesia.

Menteri HAM ini langsung merespons aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Pigai menegaskan, NKRI ini harus aman dan damai. “Kita Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini. Setiap aksi kekerasan, termasuk penyiraman air keras, tidak boleh terjadi lagi,” kata Pigai, di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (13/3).

Pigai mendesak Kepolisian harus mengusut tuntas pelakunya. Ia mendorong harus ada rasa keadilan bagi korban dan keluarganya. “Oleh karena itu, saya mewakili pemerintah, saya prihatin dengan peristiwa ini dan tidak boleh terjadi lagi ya,” Kata Menteri HAM kepada awak media.

Ia menyorot perbedaan pendapat yang harus diselesaikan dengan baik. Demokrasi di Indonesia tumbuh berkembang sehingga tidak boleh ada kekerasan terjadi kepada siapa pun termasuk aktivis dan masyarakat sipil.

“Bangsa ini besar karena ada komunitas civil society. Mereka mengontrol sebagai check and balances terhadap semua kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar dia.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai merekam siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB. Usai disiram air keras, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan, ia mengalami luka bakar 24 persen. “Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” ujar Dimas. (infovalidnews – id)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi Untuk Anda