Infovalid.news (Iran, Kota suci Mashhad) – Mojtaba Khamenei ditetapkan oleh Majelis Ahli sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, menurut laporan media pemerintah Iran.
Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, kota di timur laut Iran. Ia merupakan anak kedua dari enam bersaudara keluarga Khamenei. Pendidikan menengahnya ditempuh di Sekolah Alavi, sebuah lembaga pendidikan keagamaan di Teheran.
Pada usia 17 tahun, Mojtaba sempat beberapa kali bertugas di militer selama Perang Iran-Irak. Konflik berdarah yang berlangsung delapan tahun itu semakin memperdalam kecurigaan rezim terhadap Amerika Serikat dan negara-negara Barat, yang saat itu mendukung Irak.
Setelah membacakan pernyataan tersebut, penyiar kemudian menyerukan, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Khamenei adalah pemimpin.Dalam pernyataannya, IRGC menyebut Mojtaba Khamenei sebagai “ahli hukum yang mumpuni, pemikir muda, dan sosok paling memahami isu-isu politik serta sosial.”
IRGC juga menyatakan “rasa hormat, pengabdian, dan ketaatan” kepada Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa para anggotanya “siap untuk patuh sepenuhnya dan berkorban demi menjalankan perintah ilahi Pemimpin Tertinggi.”
More Read
Berbeda dengan sang ayah, Mojtaba Khamenei selama ini memilih berada di balik layar. Dia tidak pernah menduduki jabatan pemerintahan, tidak pernah berpidato di depan publik, maupun memberi wawancara. Hanya segelintir foto dan rekaman video dirinya yang beredar.
Meski begitu, desas-desus mengenai pengaruh Mojtaba sudah lama beredar. Ia disebut sebagai “penjaga gerbang” menuju ayahnya.
Informasi diplomatik Amerika Serikat yang dibocorkan WikiLeaks pada akhir 2000-an bahkan menggambarkannya sebagai “kekuatan di balik jubah”. Dia juga sosok yang dianggap “pemimpin tangguh dan cakap” di dalam rezim, menurut kantor berita Associated Press. (infovalid.news – id)
More Read


