Infovalid.news (DKI Jakarta) – Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno dalam rilis surveinya, penyaluran bantuan sosial dan program Makan Bergizi Gratis menjadi faktor pendorong tingginya tingkat kepuasan publik, terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kepuasan publik ini dinilai pada hasil jajak pendapat Parameter Politik Indonesia (PPI) tercatat mencapai 65,4 persen.
“Tentu terlepas dari pro dan kontra dan kritiknya, MBG masih menempati ranking yang ketiga yang dinilai sebagai program prioritas yang dinilai baik oleh publik,” katanya.
ia mengatakan, alasan tertinggi kepuasan publik disumbang oleh penyaluran bantuan sosial yang dinilai makin luas dan menguntungkan masyarakat yakni sebesar 15,9 persen. Posisi kedua ditempati oleh program Sekolah Rakyat dengan angka 12,6 persen, diikuti pelaksanaan program MBG sebesar 11 persen, serta kebijakan sekolah hingga kuliah gratis sebesar 8,1 persen.
Selain program prioritas tersebut, ia mengungkapkan, faktor penegakan hukum terhadap koruptor, penguatan sektor pertanian, layanan cek kesehatan gratis, hingga pembangunan infrastruktur turut memberikan persepsi positif pada kepemimpinan nasional.
Optimisme publik terhadap masa depan pemerintahan tetap kuat. Sebanyak 67 persen responden meyakini pemerintah mampu menjalankan tugas dengan baik ke depan, 24,4 persen mengaku ragu, dan 8,6 persen memilih tidak menjawab.
Secara individu, survei PPI merekam tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berada di angka 65,2 persen. Sedangkan, tingkat kepuasan terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tercatat sebesar 49 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa untuk mampu mengembalikan level kepuasan hingga di atas 70 persen dibutuhkan peningkatan kinerja bersama,” tulis laporan data survei resmi PPI.
Survei nasional PPI ini melibatkan 1.200 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah yang tersebar proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. (infovalid.news – id)


