Pasca-insiden kebocoran limbah pestisida dari kawasan industri taman tekno serpong pada sembilan februari lalu, pemulihan ekosistem sungai cisadane kini menjadi prioritas utama.
Hari ini tangerang tiga belas Februari 2026, Forum Resiko Bencana bersama BPBD Kota Tangerang, menerjunkan ratusan liter cairan ecoenzym ke aliran sungai, langkah ini diambil sebagai solusi taktis untuk menetralisir residu kimia berbahaya yang mengancam biota air.
Menyusuri arus sungai cisadane, Petugas Gabungan dari BPBD dan Relawan Forum Resiko Bencana Kota Tangerang , berbahu membahu menyebarkan cairan ecoenzym.
Penyebaran ini merupakan respon cepat atas pencemaran beruntun yang terjadi pada senin lalu, limbah pestisida dari kebakaran pabrik kimia di kawasan taman tekno, diduga terjun bebas ke sungai dan mengakibatkan toksisitas tinggi pada air.
Ecoenzym dipilih karena kandungan asam organiknya mampu mempercepat proses alami pemurnian air dan mengikat zat kimia beracun. meski bersifat sementara, langkah ini sangat penting untuk menekan angka kematian ikan dan organisme sungai lainnya.
Mahdiar mengatakan : ”kita merespon cepat melakukan kegiatan ini agar berdampak baik buat sungai kita sungai cisadane, kita akan memberikan penaburan ekoenzim di air sungai dan juga kita akan melakukan pembersihan dengan alat yang yang sudah disiapkan sampai ketaman dayung” katanya.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan nafas baru bagi ekosistem cisadane.
Pengawasan terhadap kualitas air akan terus dilakukan secara intensif oleh pihak berwenang. warga tetap diimbau untuk waspada dan tidak mengonsumsi ikan dari aliran sungai untuk sementara waktu.
(infovalid.news – Rochman Rosadi )


