Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Peringatan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional, menjadi momentum bagi DPC GMNI Kota Tangerang untuk menyuarakan raport merah kepada Pemerintah.
Dalam aksi refleksinya, Mahasiswa menyoroti berbagai ketimpangan, mulai dari peralihan anggaran pendidikan untuk program makan bergizi gratis atau MBG , hingga tuntutan penghapusan sistem kerja Outsourcing.
GMNI secara tegas menilai, rencana masuknya program makan gratis ke ranah kampus sebagai bentuk penghinaan terhadap kaum intelektual, di tengah minimnya anggaran riset dan penelitian.
Massa yang tergabung dalam DPC GMNI Kota Tangerang turun ke jalan membawa sejumlah isu krusial yang menyelimuti dunia perburuhan dan pendidikan di Tanah Air.
Ketua DPC GMNI Kota Tangerang, Elwin Mendrofa, menyatakan keprihatinannya atas penggunaan anggaran pendidikan yang kini tersedot untuk program makan bergizi gratis atau MBG. Ia menilai Pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan subsidi BBM dan kesejahteraan guru honorer di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.
Elwin Mendrofa (Ketua DPC GMNI Tangerang), mengatakan : “Kami menolak mbg masuk ranah kampus karena itu adalah penghinaan terhadap kaum cendekiawan. mahasiswa butuh anggaran untuk riset dan penelitian, bukan makan gratis. selain itu, kami menuntut hapus Outsourcing karena itu bentuk monopoli kapital yang tidak berpihak pada buruh, terutama tenaga harian lepas yang gajinya ditentukan perusahaan tanpa kebijakan Pemerintah yang jelas.”katanya.
GMNI juga menyoroti ketimpangan anggaran antara sekolah kedinasan dan sekolah umum, serta mendesak draf RUU sidiknas dibuka secara transparan kepada publik.
Kritik tajam dari para aktivis mahasiswa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah, agar kebijakan yang diambil lebih mengedepankan substansi pendidikan dan keadilan bagi kaum pekerja. GMNI berjanji akan terus mengawal isu ini hingga ke tingkat nasional, guna memastikan Anggaran Negara tepat sasaran bagi Masyarakat Sipil.
(Infovalid.news – Rochman Rosadi)


