Refleksi waisak, PKB Gaungkan Perdamaian Dunia dan Salurkan Ratusan Beasiswa di Kelenteng Boen Tek Bio

2 Min Read

Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Menyambut hari Raya Waisak, Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB, menggelar acara refleksi waisak nasional di kelenteng tertua Kota Tangerang, Boen Tek Bio.

Dalam momentum yang dihadiri oleh jajaran pengurus utama PKB ini, dialirkan pesan mendalam agar para pemimpin bangsa dan masyarakat mandiri dalam mengembangkan belas kasih di tengah gejolak dunia.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, PKB juga menyalurkan seratus beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Kelenteng bersejarah Boen Tek Bio yang berdiri sejak abad ke-tujuh belas, terpilih menjadi tempat pelaksanaan refleksi waisak nasional yang rutin digelar oleh Partai Kebangkitan Bangsa.

Acara ini diisi dengan doa bersama dan pesan perdamaian kemanusiaan, mengingat situasi global yang saat ini tengah dilanda berbagai konflik peperangan.

Selain pesan moral, PKB turut memberikan aksi nyata di bidang pendidikan dengan menyalurkan seratus program beasiswa kuliah gratis bagi mahasiswa universitas buddhi dharma yang mengalami kendala ekonomi.

Daniel Johan – wakil ketua DPP PKB, mengatakan : “waisak tahun ini kita harapkan bisa membawa dan menggaungkan perdamaian, bukan hanya di indonesia tetapi juga dunia yang sedang bergejolak. pak muhaimin mengajak kita semua mengembangkan belas kasih, dan khususnya kepada para pemimpin untuk menjaga moral dan meyakini perdamaian serta kemanusiaan itu lebih penting dari yang lain. hari ini kami juga berikan 100 beasiswa untuk mahasiswa universitas buddhi yang secara ekonomi kurang, agar yang punya semangat kuliah tetap bisa kuliah.”

Pemilihan lokasi di Kota Tangerang ini diakui memiliki ikatan historis yang sangat kuat. Daniel Johan menyebut, langkah ini merawat kedekatan emosional sang guru bangsa, K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang dikenal sangat dekat dengan tokoh-tokoh Masyarakat di Tangerang.

Semangat pluralisme yang diwariskan gus dur sebagai bapak Tionghoa Indonesia inilah yang terus dijaga oleh kepengurusan PKB hingga saat ini.

Melalui momentum waisak ini, gema belas kasih dan kepedulian terhadap sesama diharapkan terus tumbuh di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kolaborasi sosial dan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata, bahwa agama dan politik dapat berjalan seiring demi kesejahteraan rakyat.

(Infovalid.news – Rochman Rosadi)