Strategi Tiga Zona DLH Tangerang Urai 1.600 Ton Sampah Per Hari

3 Min Read

Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Menghadang produksi sampah yang mencapai seribu enam ratus ton per hari, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menyiapkan roadmap taktis pengolahan sampah dari hulu hingga hilir. Strategi ini mencakup pelipatgandaan bank sampah kelurahan, suntikan teknologi di zona tengah, hingga persiapan menuju sistem controlled landfill.

Usai mengikuti upacara pagi di lapangan Puspem Kota Tangerang, jajaran Dinas Lingkungan Hidup memaparkan peta jalan pengolahan sampah kota. Dengan timbulan sampah mencapai seribu enam ratus ton per hari, pengurangan sampah kini difokuskan pada tiga zona utama.

Pada zona hulu di tingkat masyarakat, DLH menargetkan penambahan dua kali lipat jumlah bank sampah di setiap kelurahan pada tahun 2026 ini, guna memaksimalkan pemilahan langsung dari sumbernya.

Wawan Fauzi (Kepala DLH Tangerang) : “Existing hari ini baru setiap kelurahan itu punya satu, jadi sekitar 100 bank sampah. Kita berharap di tahun ini, di 2026, minimal dua bank sampah, jadi ada penambahan dua kali lipat. Di hulu di tingkat masyarakat dengan bank sampah; di zona tengah dengan teknologi RDF atau insinerator; di hilir dengan Pilsell. TPA Rawa Kucing sampai hari ini alhamdulillah masih mampu menampung timbulan sampah. Dan di tahun 2026 ini sudah mulai terjadi perubahan dari open dumping menuju controlled landfill. Di tahun ini kita akan melakukan capping, kita akan capture gas metan di TPA Rawa Kucing, termasuk nanti membuka kemitraan dengan swasta.”

Sementara di zona tengah, Pemkot tengah gencar membangun dan merevitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST, seperti di TPS Benua, TPS Dongkal, dan TPS3R Neglasari. Zona tengah ini nantinya akan disuntik teknologi RDF serta insinerator. Sedangkan di zona hilir, sistem Pilsell ditargetkan mampu mengurai seribu ton sampah.

Menyikapi keluhan tumpukan sampah di lingkungan warga, DLH juga mengimplementasikan pelimpahan kewenangan bidang kebersihan kepada pihak kecamatan dan kelurahan, lewat penyerahan dua unit armada bentor beserta perangkat pembiayaannya per kelurahan.

Terkait rencana pemilahan sampah masif seperti DKI Jakarta, Pemkot Tangerang kini tengah melakukan kajian mendalam terkait kesiapan sarana pendukung. Langkah ini selaras dengan target pemerintah pusat agar seluruh TPA beralih dari open dumping menjadi controlled landfill pada Agustus 2026.

Melalui modernisasi teknologi dan kolaborasi hingga tingkat kewilayahan, daya tampung TPA Rawa Kucing diharapkan tetap terjaga dan ramah lingkungan.

Pengolahan sampah memang menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya dinas terkait semata.

(Infovalid.news – Rochman Rosadi)