Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Selatan) – Pemerintah Kota Jakarta Selatan mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang di Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu sore.
Pendistribusian ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan dasar warga setelah mereka mengeluhkan volume air sumur di rumah masing-masing yang terus menyusut dan berubah keruh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengerahkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih ke lokasi terdampak, khususnya di kawasan RT 05 RW 12, Kelurahan Cilandak Barat. Pasokan air bersih yang diperoleh dari pasokan PAM Jaya tersebut langsung disalurkan ke bak-bak penampungan umum milik warga maupun ke wadah mandiri seperti galon dan ember.
Warga mengaku kondisi krisis air bersih ini sudah berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Untuk memenuhi kebutuhan harian, warga terpaksa membeli air galon untuk memasak dan minum, sementara untuk aktivitas mandi dan mencuci pakaian terpaksa menggunakan air sumur yang berwarna keruh.
Di Kelurahan Cilandak Barat sendiri, wilayah RT 05 RW 12 menjadi lokasi yang paling parah terdampak kekeringan. BPBD Korwil Jakarta Selatan terus berupaya memitigasi bencana kekeringan ini sembari berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait.
Salah seorang warga terdampak, Sutanti, mengungkapkan keluhannya mengenai kualitas air sumur di rumahnya.
“Kurang lebih sudah dua minggu ini air saya keruh dan berwarna agak merah. Jadi selama dua minggu ini untuk memasak dan minum saya pakai air galon, sedangkan air sumur hanya dipakai untuk mencuci dan mandi saja,” ungkap Sutanti.
Lurah Cilandak Barat, Muhammad Yusuf Rajab, menjelaskan bahwa kondisi geografis kawasan tersebut menjadi salah satu faktor pemicu utama kekeringan.
“Di kawasan RW 12 ini termasuk dalam kategori dataran tinggi. Kedalaman sumur warga yang awalnya tidak terlalu dalam membuat pasokan air sangat berkurang dan kualitasnya menjadi keruh saat memasuki musim kemarau,” tutur Muhammad Yusuf Rajab.
Kasatgas BPBD Korwil Jakarta Selatan, Sukendar, menambahkan bahwa pengerahan armada tangki bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan air warga.
“Kami mengerahkan satu armada kendaraan berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan sekaligus menjaga stok pasokan air bersih di lokasi ini,” jelas Sukendar.
Hingga saat ini, wilayah RW 12 Kelurahan Cilandak Barat memang belum terjangkau jaringan pipa dari PAM Jaya sehingga warga masih mengandalkan air sumur tanah. Terkait hal tersebut, pihak PAM Jaya menargetkan perluasan jaringan pipa air bersih akan rampung terpasang di seluruh wilayah DKI Jakarta pada tahun 2029 mendatang.
Selain mendistribusikan air bersih, PAM Jaya juga menyalurkan bantuan berupa bak penampung air kepada warga guna membantu mengatasi krisis air bersih.
Customer Relation PAM Jaya, Linceria Napitupulu, menegaskan komitmen PAM Jaya dalam membantu warga terdampak.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya menganggulangi dampak kemarau panjang, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memancing hujan buatan. Namun, pelaksanaan modifikasi cuaca di lapangan masih menemui hambatan akibat minimnya pertumbuhan awan potensial sehingga penyemaian hujan sulit dilakukan.
(infovalid.news – Nanda Nuri)


