Infovalid.news (DKI Jakarta) — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan teknis terkait fenomena munculnya tonjolan daratan atau pulau kecil baru di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.
Berdasarkan analisis awal tim vulkanologi dan geologi maritim, kemunculan daratan baru tersebut dipicu oleh akumulasi endapan material vulkanik (seperti lava, piroklastik, dan abu vulkanik) dari sisa-sisa aktivitas erupsi GAK intensif dalam beberapa tahun terakhir yang terangkat atau tersingkap ke permukaan laut, ditambah dinamika pasang surut serta aktivitas tektonik lokal. Pihak Badan Geologi menegaskan bahwa daratan ini bukan merupakan “kawah/gunung baru” yang berdiri terpisah, melainkan bagian dari ekstensi endapan gunung api bawah laut kompleks Krakatau.
Meskipun status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga), Badan Geologi mengimbau masyarakat dan nelayan untuk tidak mendekati radius bahaya 5 kilometer dari pusat aktivitas, serta terus memantau informasi resmi guna mengantisipasi potensi erosi laut maupun dinamika vulkanik susulan.
(infovalid.news – rr/ pa)


