Infovalid.news (DKI Jakarta) — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan pembaruan dan pengembangan sistem pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengadopsi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) guna meningkatkan akurasi deteksi dini titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Indonesia.
Penerapan algoritma kecerdasan buatan ini dirancang untuk memproses citra satelit penginderaan jauh (remote sensing) dan data meteorologi secara real-time, sehingga mampu membedakan potensi anomaly suhu akibat karhutla murni dengan kriteria paparan panas lokal lainnya secara presisi. Langkah modernisasi sistem mitigasi ini memungkinkan penentuan tingkat kerentanan area hutan/lahan serta pengiriman notifikasi peringatan dini (early warning system) kepada Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di daerah dengan lebih cepat dan efisien sebelum titik api membesar.
Pemanfaatan pembaruan teknologi AI oleh BRIN ini diharapkan memperkuat efektivitas pemandaman terpadu di lapangan, meminimalkan dampak kerusakan ekosistem dan polusi asap, serta mendukung komitmen pemerintah dalam penanganan perubahan iklim nasional secara berkelanjutan.
(infovalid.news – rr/ pa)


