Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Selatan) – Acara peringatan keagamaan yang digelar di kawasan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menuai protes dari warga hingga berujung pada dugaan intimidasi. Protes tersebut dilayangkan warga yang merasa terganggu akibat penyalaan kembang api berdurasi panjang pada tengah malam.
Penyalaan kembang api yang mewarnai acara tersebut berlangsung pada Minggu dini hari (04/10/2026) dan terus berbunyi selama lebih dari 30 menit. Suara bising dan ledakan yang ditimbulkan dinilai sangat mengganggu ketenangan jam istirahat warga pemukiman sekitar.
Kondisi tersebut berdampak serius bagi salah seorang warga yang memiliki anak berkebutuhan khusus, di mana sang anak mengalami kepanikan akibat sangat sensitif terhadap suara bising berfrekuensi tinggi.
Namun, saat tiga orang warga wanita menyampaikan keberatan dan protes secara baik-baik terkait kebisingan tersebut, mereka justru mendapatkan tindakan intimidasi dari oknum panitia penyelenggara acara.
Salah seorang warga terdampak, Amanda Andono, mengungkapkan rasa kekecewaannya atas perlakuan serta sikap intimidatif yang diterima saat melayangkan protes.
”Kami hanya ingin menyampaikan keberatan karena suara kembang apinya sangat keras dan lama di tengah malam, apalagi ada anak berkebutuhan khusus yang sangat terganggu. Tapi saat kami protes, kami malah dapat intimidasi dari pihak panitia,” ujar Amanda.
Hal senada disampaikan oleh warga lainnya, Benitanoya, yang menyesalkan minimnya empati dari panitia penyelenggara terhadap kenyamanan lingkungan masyarakat sekitar.
Meski hingga saat ini para korban belum membuat laporan resmi ke Polsek Kebayoran Lama maupun Polres Metro Jakarta Selatan, keluhan dan insiden dugaan intimidasi ini telah dilaporkan warga ke pihak Kelurahan dan Kecamatan Kebayoran Lama agar dapat segera ditindaklanjuti serta dimediasi.
(infovalid.news – Nanda Nuri)


