Sinergi Kemanusiaan, OMS dan Polres Metro Tangerang Kota, Perkuat Perlindungan Populasi Kunci

2 Min Read

Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Memperkuat jejaring perlindungan Hak Asasi Manusia, Sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil bersama Aparat Kepolisian menggelar peningkatan kapasitas dalam merespon kasus kekerasan terhadap Populasi Kunci, yang diprakasai oleh Yayasan Bina Muda Gemilang.

Bertempat di Hotel Novotel Tangerang, Rabu Siang, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara Unit PPA Polres Metro Tangerang Kota dengan berbagai lembaga bantuan hukum serta yayasan kemanusiaan.

Selain menyusun strategi sosialisasi di titik rawan, Forum ini juga menegaskan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Rabu, 13 Mei 2026, sinergi lintas sektor terjalin erat di Ballroom Novotel Tangcity. Agenda peningkatan kapasitas ini menghadirkan unit PPA Polres Metro Tangerang Kota, UPTD PPA, LBH Keadilan, hingga Majelis Hukum dan Ham Muhammadiyah.

Sejumlah Yayasan seperti Bina Muda Gemilang, Wahana Cita Indonesia, hingga Organisasi Komunitas seperti Setara , KDS Perwata, dan AKTA turut hadir menyuarakan perlunya perhatian khusus bagi kelompok minoritas yang kerap mengalami pengucilan.

Suwisto, SH. (kanit PPA Polres Metro Tangerang Kota), mengatakan : “Kami sangat berterima kasih diundang oleh pihak Yayasan Bina Muda Gemilang, kita berkolaborasi dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap Populasi Kunci. saya sangat mendukung kegiatan ini, agar kita sadar bahwa Populasi Kunci perlu diperhatikan dan tidak dikucilkan. ke depan, kami akan lebih sering bersosialisasi di tempat-tempat rawan yang dapat memicu terjadinya kekerasan seksual.”katanya.

Dalam pertemuan ini, para pegiat kemanusiaan menitipkan harapan besar agar proses hukum bagi Populasi Kunci dapat berjalan lebih ramah dan sesuai prosedur. Penekanan utama diberikan pada penghapusan stigma terhadap orang dengan HIV atau ODHIV, agar penanganan kesehatan di Kota Tangerang berjalan lebih inklusif.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan tidak ada lagi sekat antara aparat penegak hukum dan kelompok Populasi Kunci, demi terciptanya rasa aman dan keadilan bagi seluruh Warga Kota Tangerang.

Sinergi yang humanis antara polres dan OMS ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Tangerang sebagai Kota yang inklusif dan bebas diskriminasi.

(Infovalid.news – Rochman Rosadi)