Gema Perdamaian, Mewakili Gus Muhaimin, Abdul Halim Iskandar Suarakan Welas Asih di Boen Tek Bio

2 Min Read

Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Di tengah maraknya aksi kekerasan dan gejolak pertempuran global, pesan mendalam tentang kemanusiaan dan perdamaian digaungkan dari Kota Tangerang.

Menyambut hari raya tri suci waisak, prosesi bunyi genta dan lonceng perdamaian digelar di kelenteng tertua, boen tek bio.

Hadir mewakili Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPP PKB, Abdul Halim Iskandar, mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menginternalisasikan ajaran Gus Dur tentang kemanusiaan.

Dentang genta dan lonceng perdamaian bergema khidmat di dalam kelenteng bersejarah boen tek bio, Kota Tangerang. Upacara spiritual ini menjadi pemantik refleksi di tengah situasi dunia yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.

Hadir mewakili ketua umum DPP PKB Gus Muhaimin, Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar, menyampaikan keprihatinannya atas kian langkanya nilai kebijaksanaan dan welas asih dalam kehidupan sehari-hari.

Abdul Halim Iskandar – Ketua DPP PKB, mengatakan : “hampir setiap hari kita ketemu berbagai macam kekerasan. kekerasan dalam rumah tangga, di sekolah, di masyarakat. welas asih seakan-akan sudah sirna. hari ini dunia global sedang tidak baik-baik saja, pertempuran terjadi di mana-mana. pada momentum yang sangat luar biasa ini, kita sangat butuh menginternalisasikan berbagai ajaran tentang kemanusiaan. dan itulah yang senantiasa digaungkan oleh bapak bangsa kita bapak K.H. Abdurrahman Wahid,atau Gus Dur, yang selalu menyatakan: ‘jangan tanya agamamu apa, tapi tanyalah apa yang sudah kamu perbuat untuk kepentingan kemanusiaan.”

Dalam momentum Tri Suci Waisak 2026, keluarga besar PKB mengajak Masyarakat untuk terus menggenggam dan mengimplementasikan nilai kemanusiaan sebagai wujud tanggung jawab moral.

Melalui getaran lonceng perdamaian ini, terselip doa agar bangsa indonesia senantiasa dihindarkan dari penderitaan yang disebabkan oleh keserakahan, serta dianugerahi cinta kasih Universal.

Peringatan waisak dari kelenteng tertua di Tangerang ini membawa pesan kuat, bahwa perdamaian batin dan kebahagiaan semua makhluk hidup adalah tujuan utama di atas segala perbedaan.

Kolaborasi religius dan semangat pluralisme ini diharapkan dapat menjadi peredam di tengah maraknya isu kekerasan di tingkat lokal maupun global.

(Infovalid.news – Rochman Rosadi)