Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Pusat) – Monkey malaria (malaria monyet) adalah penyakit malaria zoonotik yang disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi. Penyakit ini umumnya menginfeksi primata (seperti kera dan monyet) dan ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles
Malaria Knowlesi belakangan menjadi sorotan setelah kasusnya dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah di Indonesia. Penyakit ini dikenal juga sebagai “monkey malaria” karena berkaitan dengan penularan parasit dari monyet ke manusia melalui gigitan nyamuk.
malaria Knowlesi merupakan malaria zoonotik, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Menurutnya, penyakit zoonotik bukan hanya malaria, tetapi juga termasuk COVID-19, flu burung, hingga hantavirus.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala monkey malaria mirip dengan malaria pada umumnya dan biasanya muncul dalam beberapa hari hingga dua minggu pasca-gigitan nyamuk:
- Demam tinggi dan menggigil
- Sakit kepala parah dan nyeri otot
- Tubuh terasa sangat lemas
- Mual, muntah, atau diare
Bagaimana Cara Penularannya?
- Gigitan Nyamuk: Nyamuk Anopheles menggigit monyet yang terinfeksi parasit, kemudian menularkannya kepada manusia pada gigitan berikutnya.
- Bukan Kontak Langsung: Anda tidak akan tertular hanya karena bersentuhan langsung dengan monyet.
- Satu Arah (Zoonosis): Penularan bersifat satu arah dari monyet ke manusia. Jika ada manusia yang terinfeksi
Tingkat Bahaya
Monkey malaria dikenal berkembang menjadi kondisi berat atau komplikasi lebih cepat dibandingkan jenis malaria pada umumnya. Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, penyakit ini bisa fatal
Pencegahan
Penyakit ini banyak ditemukan di kawasan hutan atau area di mana habitat manusia bersinggungan dengan primata (seperti wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Aceh di Indonesia). Pencegahan terbaik meliputi:
- Mengenakan pakaian tertutup dan memakai losion antinyamuk saat beraktivitas di alam terbuka atau area hutan.
- Menghindari area sarang nyamuk.
- Segera mencari bantuan medis profesional jika mengalami gejala demam tinggi setelah beraktivitas di daerah endemis atau hutan.
Malaria Knowlesi disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium knowlesi yang umumnya menginfeksi monyet tertentu, seperti monyet ekor panjang dan monyet beruk. Namun, tidak semua jenis monyet dapat tertular parasit tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, infeksi ini mulai ditemukan menular ke manusia melalui gigitan nyamuk. Penularan terjadi ketika nyamuk menggigit monyet yang terinfeksi, lalu menggigit manusia sehingga parasit berpindah ke tubuh manusia.
Malaria Knowlesi sejauh ini lebih banyak ditemukan pada masyarakat yang tinggal di wilayah perhutanan, perkebunan, maupun area tambang, terutama daerah yang mengalami perubahan fungsi lahan. Salah satu wilayah dengan laporan kasus cukup tinggi adalah Aceh. Hingga April 2026, tercatat ada 79 kasus yang diduga berkaitan dengan malaria Knowlesi di wilayah tersebut. (infovalid.news – id)


