Infovalid.news (DKI Jakarta) – Penutupan operasional dua pintu gerbang udara utama Jabodetabek, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), resmi diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB akibat paparan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih terdeteksi pekat di ruang udara.
Keputusan penutupan sementara ini diambil demi menjamin keselamatan penerbangan berdasarkan evaluasi berkala hasil pemantauan NOTAM (Notice to Airmen), data citra satelit, serta kordinasi bersama BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Merespons penutupan terkoordinasi ini, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) mengaktifkan langkah mitigasi darurat berupa pengalihan rute penerbangan (rerouting) dan penyediaan bandara alternatif (alternate aerodrome) bagi pesawat yang tengah beroperasi. Pihak pengelola bandara dan maskapai diimbau untuk memfasilitasi penanganan calon penumpang terdampak secara optimal di terminal keberangkatan.
(infovalid.news – rr/ pa)


