Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Bencana alam gempa bumi dapat terjadi kapan saja tanpa memandang waktu dan tempat, tak terkecuali di wilayah Kota Tangerang, Banten, dan sekitarnya. Dengan makin banyaknya gedung bertingkat di area perkantoran, potensi risiko kerusakan bangunan hingga ancaman keselamatan jiwa saat gempa terjadi menjadi perhatian serius.
Guna meminimalisir jatuhnya korban luka maupun jiwa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melalui UPT Damkar Ciledug bekerja sama dengan Danantara Indonesia menggelar kegiatan mitigasi dan simulasi bencana gempa bumi di area perkantoran bertingkat, Senin (19/10/26)
Dalam pelatihan tersebut, para karyawan diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri mandiri. Saat gempa terjadi, pekerja diimbau untuk tidak panik dan segera merunduk berlindung di bawah kolong meja sambil melindungi area kepala.
Selain pelatihan penyelamatan diri, para peserta juga dibekali pengetahuan dasar pertolongan pertama pada korban luka sebelum pertolongan medis lanjutan tiba. Setelah guncangan gempa mereda, para karyawan disimulasikan melakukan evakuasi dari lantai dua gedung menyusuri tangga darurat secara tertib menuju titik kumpul (assembly point) yang aman di luar bangunan.
Kepala Cabang Bank BRI, Edi Yuniarto, menyambut positif kegiatan mitigasi ini. Menurutnya, edukasi ini penting untuk memberikan gambaran nyata mengenai potensi bahaya hingga alur penanganan darurat di lingkungan kerja.
“Peserta dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis gempa hingga berbagai risiko yang bisa muncul, termasuk potensi kebakaran setelah bencana. Tadi juga dipraktikkan langsung simulasi evakuasi dari lantai dua ke lantai satu hingga menuju titik kumpul,” ujar Edi.
“Harapannya, simulasi ini dapat meningkatkan awareness atau kesadaran tim kami agar bisa bertindak lebih tanggap dan aman saat menghadapi situasi darurat,” tambahnya.
Sementara itu, Petugas UPT Damkar Ciledug, Barasetio, menegaskan pentingnya pembekalan ilmu mitigasi secara berkala bagi para pekerja di gedung bertingkat.
“Mitigasi bencana sangat penting kita berikan kepada teman-teman karyawan. Seandainya musibah bencana gempa bumi menimpa tempat ini, mereka sudah punya ilmunya, sehingga kita bisa meminimalisir jatuhnya korban,” kata Barasetio.
Ia menjelaskan, materi difokuskan pada tata cara mengamankan diri di tempat kerja. “Simulasinya seakan-akan kita sedang bekerja di lantai dua lalu terjadi gempa. Karyawan kita edukasi untuk menyelamatkan diri terlebih dahulu di bawah kolong meja atau bangku. Setelah gempa selesai, baru bertahap turun ke bawah menuju area aman,” pungkasnya.
Melalui edukasi dan simulasi yang berkelanjutan, diharapkan para pekerja tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri saat bencana terjadi, tetapi juga dapat membantu mengarahkan serta menyelamatkan orang-orang di sekitar mereka.
(Infovalid.news – Tomgun)


