Ironi Harga Daging di Tangerang: Pasar Tradisional Tembus 200 Ribu Tetap Ludes, Gerai Modern Justru Sepi Peminat

3 Min Read

Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Fenomena unik terjadi di tengah melambungnya harga pangan menjelang Lebaran di Kota Tangerang. Meski harga daging sapi di pasar tradisional telah menembus angka Rp200.000 per kilogram, stok pedagang justru ludes terjual hanya dalam hitungan jam, Jumat (20/03/2026).

​Lonjakan harga daging sapi di pasar-pasar tradisional Kota Tangerang kian tidak terkendali. Pantauan di lapangan menunjukkan harga telah menyentuh titik tertinggi di angka Rp200.000 per kilogram. Ironisnya, meski harga melambung jauh di atas normal, antusiasme warga tidak terbendung hingga hampir seluruh lapak pedagang daging sudah kosong sebelum siang hari.

​Samilah, salah seorang pedagang daging di pasar tradisional, mengungkapkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh tingginya harga modal dan berkurangnya pasokan akibat banyak pemotong sapi yang sudah pulang kampung.

​”Hari ini harga sudah dua ratus ribu per kilogramnya. Kalau kemarin-kemarin sih masih seratus empat puluh sampai seratus enam puluh ribu. Sekarang modalnya saja sudah seratus delapan puluh ribu, jadi dijual dua ratus ribu. Stok juga susah karena pemotong sapi sudah banyak yang mudik,” ujar Samilah.

​Pemandangan kontras justru terlihat di gerai-gerai daging modern atau toko daging terpadu. Di tempat ini, stok daging melimpah dengan harga yang terpantau stabil di angka Rp130.000 per kilogram. Namun, minimnya informasi membuat gerai-gerai ini justru sepi peminat dibandingkan pasar tradisional.

​Ela, seorang ibu rumah tangga, mengaku sempat berkeliling pasar tradisional dan terkejut dengan harga yang tidak masuk akal sebelum akhirnya menemukan harga normal di gerai modern.

​”Di pasar harganya sudah tidak masuk akal, dua ratus ribu per kilo. Saya tadi sudah muter-muter nyari, akhirnya dapat di sini (Nusantara) harga normal seratus tiga puluh ribu dengan barang berkualitas,” kata Ela.

​Ketidaktahuan masyarakat mengenai alternatif tempat belanja dengan harga stabil membuat beban pengeluaran rumah tangga di penghujung Ramadan ini semakin berat. Edukasi mengenai lokasi belanja dengan harga subsidi atau harga normal sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak terjebak dalam lonjakan harga yang tidak terkontrol di tingkat pengecer.

​Warga diimbau untuk lebih teliti memantau harga pasar dan aktif mencari informasi mengenai bazar murah atau gerai daging mitra pemerintah guna menghindari permainan harga menjelang hari raya Idulfitri.

(infovalid.news – Rochman Rosadi)