Kadisdik Tangerang Beberkan Detail O2SN, dan Integrasi Aplikasi Pendidikan di Tangerang Live

3 Min Read

Infovalid.News (Banten, Kota Tangerang) – Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang membeberkan sejumlah detail menarik dalam pembukaan O2SN, FLS3N, dan LKS di stadion benteng. Selain memobilisasi hampir 1.000 Peserta, Ajang tahun ini juga menjadi panggung bagi atlet pelajar yang siap berlaga ke tingkat internasional di Thailand.

Perhelatan akbar olahraga dan seni pelajar se-Kota Tangerang resmi dimulai, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang menyatakan, keterlibatan peserta dari tingkat SD dan SMP pada tahun ini memobilisasi hampir 1.000 Orang untuk mengikuti berbagai cabang lomba.

Ajang ini ditegaskan bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter dan sportivitas, hebatnya, beberapa talenta berprestasi asal Tangerang, termasuk 5 Siswa PKBM, kini tengah bersiap untuk mewakili Indonesia di ajang Internasional di Thailand.

Wahyudi Iskandar (Kepala Dinas Pendidikan), mengatakan : “seluruh keterlibatan dari tingkat sd dan smp itu memobilisasi hampir 1.000 orang mengikuti tiap jenjang cabor, baik cabang olahraga ataupun seni. dan insyaallah mereka akan jadi perwakilan nanti ke Thailand, kurang lebih 5 Orang Siswa PKBM itu akan berangkat ke Thailand untuk ajang Internasional. untuk aplikasi disabilitas ini merupakan aktualisasi dari kebijakan terbentuknya unit layanan disabilitas untuk menguatkan sekolah inklusif. insyaallah kita sudah trial-error, sudah kita coba, dan ini sudah integrasi ke aplikasi Tangerang Live.”katanya.

Terkait kesiapan sarana, sejumlah venue cabang olahraga dilaporkan telah siap sepenuhnya. mengingat banyaknya nomor yang dipertandingkan, seluruh rangkaian kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung secara maraton selama kurang lebih 3 Minggu ke depan.

Selain kompetisi, Kadisdik juga memaparkan fungsi dua aplikasi baru yang diluncurkan. Aplikasi sipaud PNF hadir untuk memonitoring kinerja pengawas dan penilik secara digital berdasarkan 8 standar mutu pendidikan, menggantikan sistem laporan manual.

Sementara itu, Aplikasi layanan disabilitas menjadi penguat kebijakan sekolah inklusif, melalui unit layanan disabilitas atau ULD yang sudah dibentuk, aplikasi ini menyediakan pusat data sekaligus layanan konseling yang melibatkan psikolog, sekolah, dan orang tua.

Kedua aplikasi baru ini dipastikan sudah melewati tahap uji coba dan kini telah terintegrasi langsung ke dalam ekosistem aplikasi Tangerang Live guna memudahkan akses Masyarakat.

Langkah maju yang luar biasa bagi dunia olahraga dan digitalisasi pendidikan di Kota Tangerang.

(Infovalid. News – Rochman Rosadi)