Pro-Kontra Kunjungan Luar Negeri Prabowo Jadi Sorotan Publik

Infovalid.news(Banten, Kota Tangerang) – Intensitas kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara kembali menjadi perbincangan publik. Di satu sisi, lawatan luar negeri dinilai penting untuk memperkuat diplomasi, menarik investasi, serta mengamankan kepentingan strategis Indonesia. Namun di sisi lain, sejumlah kalangan menilai frekuensi perjalanan tersebut terlalu tinggi dan perlu dievaluasi.

Kritik datang dari sejumlah pengamat dan tokoh salah satunya mantan wamenlu Dino pati jalal, menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan Prabowo ke luar negeri melalui video yang diunggah di akun media sosialnya pada Sabtu (30/5). Dino menilai Prabowo kepala negara tersering perjalanan ke luar negeri sejak menjabat sehingga banyak menelan biaya.

“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, 1 dari 6 hari dihabiskan beliau di luar negeri dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran. Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan, Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya,” kata Dino.

Di sisi lain, pemerintah membela agenda kunjungan tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir berhasil membuahkan berbagai capaian konkret bagi kepentingan nasional Indonesia.

“Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini,” ujar Teddy dikutip dari tayangan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin(1/6)

Teddy menambahkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencatat total investasi masuk mencapai Rp2.430 triliun selama 1,5 tahun terakhir. Teranyar, lawatan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu juga berhasil mendatangkan komitmen investasi tambahan sebesar Rp575 triliun.

“Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman,” ucap teddy

Perdebatan mengenai kunjungan luar negeri Presiden pun terus berkembang di ruang publik. Pendukung pemerintah menilai langkah tersebut sebagai investasi diplomasi jangka panjang yang dapat membawa manfaat ekonomi dan geopolitik bagi Indonesia. Sementara pihak yang kritis meminta pemerintah lebih transparan dalam menyampaikan hasil konkret dari setiap kunjungan agar masyarakat dapat menilai manfaat yang diperoleh negara dari setiap lawatan internasional.

(infovalid.news-ian)

Rekomendasi Untuk Anda