Infovalid.news (Banten-Kota Tangerang) Kemenangan Paris Saint-Germain FC di final Liga Champions 2025/2026 disambut euforia besar oleh para pendukungnya. Namun, perayaan yang semula berlangsung meriah berubah ricuh di sejumlah titik di Paris dan berujung pada penangkapan malam dini hari waktu setempat(31/5).
Kawasan ikonik Champs-Élysées langsung dipadati oleh lautan manusia sesaat setelah klub raksasa Prancis tersebut memastikan kemenangan lewat drama adu penalti melawan Arsenal. Ketegangan sebenarnya sudah mulai terindikasi sejak siang hari waktu setempat, ketika bentrokan kecil terjadi antara polisi dan suporter yang berkumpul untuk menyaksikan laga melalui layar raksasa di Stadion Parc des Princes.
Dilansir dari BBC NEWS, Kementerian Dalam Negeri Prancis mengonfirmasi bahwa hingga Minggu dini hari, total terdapat 416 orang yang ditahan di seluruh negeri, dengan 280 penangkapan di antaranya terkonsentrasi di wilayah Paris,Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengecam keras tindakan anarkis tersebut dan mengonfirmasi adanya korban di pihak aparat.
“Tujuh petugas kepolisian terluka. Kerusuhan ini merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima,” tegas Nuñez.
Insiden ini pun langsung memantik reaksi politik di tingkat nasional. Pemimpin sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, melayangkan kritik tajam melalui unggahannya di media sosial X.
“Hanya di Prancis kemenangan sebuah klub sepak bola justru memicu kerusuhan,” tulis Le Pen. “Hanya di Prancis semua orang merasa terpaksa mengunci diri di dalam rumah pada malam kemenangan demi menghindari konfrontasi kekerasan.”
Namun menteri dalam negeri perancis laurent nunez menerangkan , menilai langkah pengamanan yang dilakukan aparat berhasil mencegah situasi berkembang menjadi lebih buruk, dan PSG dijadwalkan melanjutkan rangkaian perayaan gelar juara pada Minggu (31/5) melalui parade kemenangan di sekitar Menara Eiffel. Setelah itu, skuad PSG akan diterima langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee.
(infovalid.news-ian)


