Infovalid.news (DKI Jakarta) — Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta perwakilan perguruan tinggi ke Istana Merdeka untuk membahas penguatan strategi nasional dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana narkotika secara komprehensif.
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya pendekatan sains, riset, dan akademis dalam menangani darurat narkoba yang dinilai kian kompleks. BRIN bersama perguruan tinggi diminta mendukung BNN melalui pemanfaatan teknologi deteksi dini berbiaya terjangkau (low-cost detection tool) guna melacak penyebaran zat adiktif baru, serta menyusun kajian ilmiah komprehensif terkait efektivitas program rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalahguna narkotika. Integrasi riset ini juga ditujukan untuk menekan angka kecanduan sekaligus mengatasi persoalan krusial kelebihan kapasitas (overcapacity) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang didominasi oleh narapidana kasus narkotika.
Langkah penguatan kolaborasi lintas sektor antara lembaga penegak hukum, lembaga riset, dan civitas akademika ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pencegahan narkoba yang berbasis data (data-driven policy), terukur, dan menjangkau hingga ke tingkat akar rumput.
(infovalid.news – rr/ pa)


