Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Permainan tradisional seperti kalimat “Hompimpa Alaium Gambreng” tentu sudah tidak asing lagi bagi kita ketika akan memulai urutan peserta permainan. Ucapan tersebut kerap digunakan untuk menentukan giliran bermain, memilih penjaga, atau menentukan pemenang secara adil sebelum permainan dimulai.
Berbagai sumber menyebutkan bahwa frasa “Hompimpa Alaium Gambreng” diduga berasal dari bahasa Sanskerta yang telah berkembang sejak masa pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara. Meski belum ada hasil penelitian yg ilmiah dari kalangan akademis yang benar-benar pasti mengenai asal-usulnya.
Mohammad Zaini Alif seorang pengamat budaya dan permainan tradisional berpendapat, bahwa kalimat “hompimpa alaium gambreng” diyakini berasal dari bahasa sansekerta. Kalimat tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu hompimpa alaium dan gambreng. Kalimat hompimpa alaium mempunyai arti dari Tuhan kembali kepada Tuhan. Arti dari kalimat tersebut serupa dengan kata ”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Kemudian kata gambreng, artinya adalah ayo bermain. Kata gambreng juga dapat diartikan sebagai aba-aba seperti kata “grak” dalam baris berbaris dan sebagainya.
Makna tersebut mengandung pesan bahwa manusia pada dasarnya berasal dari Sang Pencipta dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya menerima segala keputusan dan harus legowo atau menerima, berserah diri. Sementara kata “mari kita bermain” menggambarkan kehidupan yang harus dijalani dengan penuh kebersamaan, sportivitas, dan kegembiraan.
Tidak hanya itu, hompimpa juga mengajarkan nilai demokrasi sejak usia dini. Setiap peserta memiliki peluang yang sama tanpa memandang usia, status, maupun kedekatan pertemanan. Hasil yang muncul diterima bersama tanpa perdebatan panjang, sehingga melatih anak-anak untuk menghargai keputusan bersama dan menerima hasil dengan lapang dada.
hompimpa merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang sederhana namun efektif dalam membangun karakter anak. Melalui permainan ini, anak belajar tentang kejujuran, kebersamaan, musyawarah, dan rasa tanggung jawab terhadap aturan yang telah disepakati.
Hompimpa Alaium Gambreng pada akhirnya bukan sekadar cara menentukan giliran bermain. Ia adalah simbol kebersamaan, keadilan, Serta demokrasi dalam setiap keputusan dan peserta harus menerimanya, penerimaan terhadap hasil yang telah ditentukan bersama—nilai-nilai sederhana yang tetap relevan hingga saat ini.
(Infovalid.news- Ian)


