Infovalid.news (DKI Jakarta) – Gunung Semeru di Jawa Timur menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanis yang signifikan setelah mencatatkan 29 kali letusan/erupsi hanya dalam kurun waktu enam jam pengamatan pada Rabu (9/9) pagi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa intensitas kegempaan dan letusan tersebut disertai dengan emisi asap serta kolom abu vulkanik tinggi. Atas peningkatan aktivitas ini, PVMBG mempertegas larangan bagi masyarakat, wisatawan, maupun penambang pasir untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta dalam radius aman 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Semeru.
Masyarakat di kawasan lereng Semeru diminta untuk tetap tenang namun ekstra waspada terhadap potensi lahar dingin apabila hujan turun di wilayah puncak, serta terus mengandalkan arahan dari petugas BPBD Lumajang dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.
(infovalid.news – rr/ pa)


