Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Selatan) – Setelah terdeteksi sistem keimigrasian di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, tim Gabungan dari Bareskrim Polri dan Imigrasi Bali langsung melakukan penundaan penerbangan terhadap pesawat jet pribadi capa jet dengan nomor penerbangan n917cj dengan rute Denpasar – Mozambik.
Dari dalam pesawat tim gabungan menemukan 3 orang awak pesawat dan 4 penumpang dimana salah satunya ditemukan bersembunyi di dalam toilet pesawat.
Menurut Kompol Drago Kanit 3 Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengatakan bahwa saat dilakukan pemeriksaan dokumen ketiga penumpang WNA tidak ditemukan masalah namun petugas keimigrasian menemukan kejanggalan terhadap dokumen salah seorang penumpang warga negara Brasil bernama George Anderson Mota Correia.
“Setelah diselidiki pengguna paspor Venezuela George Anderson Mota Correia ternyata adalah Angelo Pandeli dengan kecocokan 100 persen setelah terdeteksi Hit Interpol Blue Notice,” kata Kompol Drago Kanit 3 Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Angelo Pandeli merupakan warga negara Australia sekaligus petinggi di dalam geng motor terlarang hells angels.
Angelo Pandeli masuk dalam list paling dicari Australian Federal Police atau AFP dan Drug Enforcement Administration atau DEA atas sejumlah penyelundupan dan pengiriman narkotika dalam jumlah besar.
Sebelum terdeteksi di Bali, Angelo Pandeli terakhir terlihat berada di wilayah Manly Australia.
Berdasarkan informasi interpol Angelo diyakini tengah berupaya melarikan diri dari kejaran AFP ke negara Kamboja atau Vietnam dengan menggunakan paspor Venezuela atau St Kitts dan Nevis yang diperoleh secara illegal.
Usai berkoordinasi dengan Australian Federal Police Bareskrim Polri kini telah mendeportasi Angelo Pandeli ke negara asalnya Australia untuk diproses secara hukum. (infovalid.news – Nanda Nuri)


