Infovalid.news (DKI Jakarta, Jakarta Pusat) – Mantan Panglima Kostrad, Kivlan Zen, turut hadir dalam aksi penolakan eksekusi Hotel Sultan di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).
Kehadiran Mayjen (Purn) Kivlan Zen saat eksekusi Hotel Sultan Jakarta, menjadi perhatian publik , Mantan Kepala Staf Kostrad itu, terlihat di barisan simpatisan yang menolak eksekusi pengosongan hotel di bawah penguasaan pengusaha Pontjo Sutowo tersebut. Ia mengaku kuasa hukum Pontjo, dan ahli waris Pakubuwono (PB) VIII, pemilik lahan yang kini dalam penguasaan pemerintah itu.
Dalam aksi tersebut, Kivlan Zen berdiri di atas mobil komando dan menyampaikan orasi kepada para pendukung serta karyawan Hotel Sultan. Situasi sempat memanas aparat keamanan berupaya membuka akses menuju area yang akan dieksekusi,terjadi penghadangan oleh massa pendukung hotel sultan,dan kericuhan pun terjadi.
Akibat kericuhan tersebut, Kivlan Zen dilaporkan mengalami luka pada bagian tangan saat berada di tengah massa penolak eksekusi. Sejumlah laporan media menyebutkan luka tersebut terjadi ketika ia berada di area pembatas yang dipasang aparat keamanan, Selain Kivlan beberapa pihak lain juga dilaporkan mengalami cedera ringan dalam insiden tersebut termasuk Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto.
Meski demikian, proses eksekusi tetap berjalan di bawah pengamanan ketat aparat gabungan. Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa pelaksanaan pengosongan kawasan eks Hotel Sultan dilakukan berdasarkan penetapan pengadilan yang telah berkekuatan hukum.
Usai kericuhan mereda, Kivlan Zen meninggalkan lokasi dan diketahui menuju Markas Polda Metro Jaya untuk langkah hukum terkait sengketa Hotel Sultan yang masih berlangsung, Ia menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut sesuai jalur hukum yang tersedia.
Peristiwa ini menjadi babak terbaru dalam polemik panjang sengketa lahan Hotel Sultan yang selama beberapa tahun terakhir melibatkan pemerintah dan pihak pengelola kawasan tersebut. (infovalid.news-ian)


