Kericuhan Warnai Eksekusi Hotel Sultan, Ratusan Massa Bentrok dengan Aparat

Infovalid.news (Banten, Kota Tangerang) – Proses eksekusi dan pengosongan kawasan eks Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026), diwarnai kericuhan antara massa yang dinduga di kerahkan untuk menolak eksekusi, Situasi sempat memanas ketika sejumlah massa berusaha menghalangi jalannya eksekusi yang dilakukan berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam eksekusi Hotel Sultan. Katanya, Prabowo meminta untuk menarik aset-aset milik negara.

“Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kita harus menarik aset-aset pemerintah, aset-aset negara yang selama ini dikuasai oleh pihak lain,” kata Bambang saat eksekusi kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK) Hotel Sultan, Kamis (18/6).

Menurut keterangan kepolisian, massa yang berkumpul di lokasi melakukan aksi perlawanan dengan melempari petugas menggunakan batu dan berbagai benda lainnya. Aparat gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan petugas pengamanan kawasan kemudian melakukan pengendalian massa untuk memastikan proses eksekusi tetap berjalan.

Polda Metro Jaya mengerahkan lebih dari 3.000 personel gabungan untuk mengamankan jalannya eksekusi. Dalam insiden tersebut, puluhan petugas dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi di sekitar area hotel. Polisi juga mengamankan ratusan orang yang diduga terlibat dalam aksi penghalangan proses eksekusi dan saat ini masih melakukan pendalaman terkait pihak-pihak yang diduga mengoordinasikan massa di lapangan dan mengamankan 69 orang sedangkan dalam proses ini sebanyak 29 petugas terluka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa sebagian besar orang yang diamankan bukan merupakan karyawan Hotel Sultan, melainkan massa yang diduga sengaja dimobilisasi untuk menghambat pelaksanaan penyitaan dan pengosongan aset negara tersebut. Polisi menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang ga terbukti melakukan kekerasan maupun menghalangi petugas menjalankan tugasnya.

Meski sempat diwarnai bentrokan dan aksi penolakan, proses eksekusi tetap berlangsung di bawah pengamanan ketat. Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan pengosongan kawasan eks Hotel Sultan merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pengembalian aset negara yang telah melalui proses hukum panjang.

(Infovalid.news – Ian)

Rekomendasi Untuk Anda