MTQ Wahana Umat Jaga Harmoni dan Persatuan Bangsa, Ini Sejarahnya

Infovalid.news (Sumatera Utara, Deli Serdang) – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tidak hanya lomba untuk melahirkan qari dan qariah berprestasi. MTQ adalah wahana umat memperkuat persatuan bangsa melalui pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan ini disampaikan Wamenag Romo Muhammad Syafi’i dalam pembukaan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Deli Serdang. Menurutnya, sejak awal penyelenggaraan, MTQ memiliki misi yang lebih luas daripada sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an. MTQ lahir sebagai media untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat fondasi moral masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan MTQ nasional pertama pada akhir 1960-an berlangsung ketika Indonesia sedang menghadapi masa pemulihan pasca konflik dan ketidakpastian global. Saat itu, nilai-nilai Al-Qur’an dipandang penting untuk memperkuat keutuhan bangsa dan menyatukan berbagai elemen masyarakat.

“Semangat itulah yang harus terus dijaga. MTQ menjadi ruang untuk menyebarkan nilai Al-Qur’an yang mampu mempererat persaudaraan, menjaga harmoni, dan memperkuat kebangsaan,” ujar Wamenag Romo Syafii di Kabupaten Deli Serdang, Senin (15/6/2026).

Romo Syafii menilai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak kalah kompleks dibanding masa lalu. Karena itu, keberadaan MTQ tetap relevan sebagai sarana membangun karakter, memperkuat ketahanan moral, dan menjaga kondusivitas sosial.

Ia berharap MTQ Sumut mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa MTQ merupakan bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an perlu terus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari agar mampu melahirkan generasi berakhlak mulia.

“MTQ bukan hanya perlombaan, tetapi juga media dakwah dan pembinaan karakter. Karena itu sportivitas, adab, dan integritas harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaannya,” kata Bobby.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Ahmad Qosbi berharap pelaksanaan MTQ dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun Sumatera Utara yang religius dan harmonis.

MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara mengusung tema “Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah.” Ajang ini diikuti 1.109 peserta dari 38 kafilah yang terdiri atas kabupaten, kota, serta kafilah khusus. Para peserta akan berkompetisi pada delapan cabang dan 25 golongan lomba untuk memperebutkan kesempatan mewakili Sumatera Utara pada MTQ tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung September mendatang. (infovalid.news – M Rusydi Sani/ id)

 

Rekomendasi Untuk Anda