Infovalid.news (NTB, Lombok) — Ketua Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat (NTB), meluas secara signifikan hingga melahap area seluas 1.098 hektare.
Kobaran api hingga saat ini masih terdeteksi menyala di beberapa titik lereng dan tebing curam yang sulit dijangkau oleh tim pemadam darat. Luasnya area yang terbakar dipicu oleh embusan angin kencang, vegetasi alang-alang serta semak belukar yang kering akibat dampak musim kemarau. Demi keselamatan para wisatawan dan pendaki, pihak Balai TNGR bersama Satgas Bencana memutuskan untuk mengalihkan serta menutup sementara aktivitas pendakian dari jalur Senaru dan Torean. Tim gabungan yang terdiri dari personel TNGR, Manggala Agni, TNI/Polri, dan sukarelawan masyarakat terus dikerahkan untuk melakukan penyekatan garis api (firebreak) serta pemadaman secara manual di area terjangkau.
Pihak otoritas mengimbau masyarakat di sekitar lereng Gunung Rinjani untuk tetap waspada terhadap potensi sebaran asap dan meminta para pendaki yang masih berada di jalur aman untuk segera turun mengikuti arahan petugas di lapangan.
(infovalid.news – rr/ pa)


